Fase ketiga adalah persiapan, di mana pasien memantapkan tekad dan merencanakan langkah nyata, seperti menetapkan tanggal pasti berhenti.

Peran tenaga medis di Klinik Berhenti Merokok sangat krusial pada tahap ini.

Fase keempat adalah aksi, yaitu bulan pertama hingga kedua. Ini adalah ujian terberat karena tubuh bereaksi akibat kehilangan asupan nikotin.

Gejalanya meliputi gelisah, pusing, sulit konsentrasi, hingga emosi tidak stabil.

"Fase paling sulit itu berada di sekitar satu sampai dua bulan pertama," ungkap Prof. Agus.

Tim dokter biasanya mendampingi pasien setiap dua minggu untuk memberikan terapi pendukung, seperti konseling psikologis, hipnoterapi, hingga obat-obatan medis guna meredam gejala putus nikotin.

Fase kelima adalah pemeliharaan, dimulai bulan ketiga dan seterusnya. Setelah melewati dua bulan kritis, pasien harus mempertahankan status bebas rokok.

>>> Ikan Sarden Bisa Cegah Stroke dan Sakit Jantung, Benarkah?

Target awal program klinis biasanya 3 bulan berhenti total. Fokus utama adalah mencegah relapse akibat pengaruh lingkungan sosial atau stres.