Waspada, Hacker Pakai Meta AI untuk Bobol Akun Instagram dengan Cepat 2026
Layanan dukungan Meta AI baru-baru ini dilaporkan disalahgunakan oleh peretas untuk membobol sejumlah akun Instagram. Meta bergerak cepat memperbaiki celah keamanan tersebut dan mengamankan akun-akun yang terdampak.
Asisten dukungan berbasis kecerdasan buatan ini resmi dirilis pada Maret lalu untuk mempermudah pengguna.
>>> Susul Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung
Fitur tersebut dirancang membantu proses pemulihan akun, seperti reset kata sandi hingga mengaktifkan autentikasi dua faktor.
Eksploitasi Fitur Dukungan Meta AI
Penyalahgunaan ini mulai terendus setelah banyak pengguna di Reddit dan X melaporkan kehilangan kendali atas akun mereka.
Para korban mengaku menerima permintaan reset kata sandi berkali-kali sebelum akhirnya tidak bisa mengakses aplikasi.
Beberapa akun populer hingga milik tokoh penting turut menjadi sasaran. Akun @obamawhitehouse yang sudah tidak aktif sejak 2017, John Bentivegna (U.
S. Space Force Chief Master Sergeant), Sephora, dan peneliti keamanan siber Jane Manchun Wong menjadi korban.
Jane Manchun Wong menceritakan bahwa ia dipaksa keluar dari aplikasi Instagram berkali-kali. Ia juga menyadari adanya upaya penggantian kata sandi tanpa sepengetahuan pemilik akun asli.
>>> Libur Nasional Juni 2026 Tersisa Satu, Ini Jadwal Long Weekend Berikutnya
Modus Operandi Peretasan
Berdasarkan rekaman video di Telegram dan X, terungkap bagaimana peretas menjalankan aksinya. Mereka menggunakan VPN untuk memanipulasi lokasi agar menyerupai koordinat pemilik akun guna mengelabui sistem keamanan.
Setelah lokasi dianggap aman, pelaku berinteraksi dengan chatbot dukungan Meta AI. Mereka meminta bot tersebut menambahkan alamat email baru ke dalam akun yang ditargetkan.
Langkah teknis yang dilakukan peretas: menghubungkan VPN ke lokasi target, meminta Meta AI menambahkan email baru, menerima kode verifikasi, dan mengklik tombol reset password.
Setelah berhasil, pelaku memasukkan kata sandi baru dan pemilik asli kehilangan akses.
Tanggapan Resmi dari Meta
Juru bicara Meta, Andy Stone, mengonfirmasi bahwa celah pada sistem asisten digital telah ditambal. Pihak perusahaan memastikan akun-akun yang sempat dibobol kini sudah kembali aman.
>>> OJK Dapat Wewenang Baru: Atur Bursa Karbon hingga Dana Haji dalam UU P2SK
Belum ada data resmi mengenai jumlah total akun yang menjadi korban. Kasus ini menjadi peringatan akan potensi ancaman baru di mana teknologi AI dapat dijadikan senjata oleh peretas.
Update Terbaru
Penerimaan Pajak Tumbuh 24,6 Persen Hingga Paruh Pertama 2026
Minggu / 19-07-2026, 16:08 WIB
Nvidia Luncurkan Komputer AI Rp4 Jutaan, Bisa Jalankan ChatGPT Offline
Minggu / 19-07-2026, 16:08 WIB
Cara Mudah Ubah 500 Poin Hijau Jadi Saldo Dana Lewat Aplikasi 2026
Minggu / 19-07-2026, 16:08 WIB
Christopher Nolan Adaptasi The Odyssey Raih Pujian Kritikus
Minggu / 19-07-2026, 16:00 WIB
Pangeran George Rayakan Ulang Tahun ke-13 dan Masuk Eton College
Minggu / 19-07-2026, 15:56 WIB
Fidelity Bayar Rp40 Miliar untuk Selesaikan Gugatan Kebocoran Data
Minggu / 19-07-2026, 15:55 WIB
Facebook dan Instagram Alami Gangguan Global, Ribuan Pengguna Terdampak
Minggu / 19-07-2026, 15:55 WIB
Cuaca Buruk Paksa Spanyol Batalkan Latihan Final Piala Dunia
Minggu / 19-07-2026, 15:51 WIB
Autura Perbarui Pasar Digital untuk 77.000 Kendaraan Tak Diklaim per Tahun
Minggu / 19-07-2026, 15:51 WIB
Bodycam: Tim SWAT Thurston County Gunakan Gergaji Mesin dan Anjing K-9 Tangkap Pelaku
Minggu / 19-07-2026, 15:50 WIB
Dua Prajurit AS Tewas dalam Serangan Rudal Iran di Yordania
Minggu / 19-07-2026, 15:49 WIB
Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal BBM di Aceh
Minggu / 19-07-2026, 15:49 WIB
Israel Resmi Dukung Argentina di Final Piala Dunia 2026, Netanyahu Sebut Milei Sahabat Sejati
Minggu / 19-07-2026, 15:46 WIB
Lokasi Mojtaba Khamenei Bocor di Tengah Memanasnya Perang Iran-Amerika
Minggu / 19-07-2026, 15:46 WIB







