IHSG Anjlok 4,11% ke Level Terendah Lima Tahun, Mayoritas Saham Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pelemahan signifikan pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026).
Indeks berakhir di level 5.941,07 setelah merosot 4,11 persen atau 254,36 poin.
>>> Efisienkan BUMN, 42 Anak Usaha Pupuk Indonesia Resmi Ditutup Bertahap hingga 2027
Level ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Terakhir kali IHSG berada di kisaran tersebut pada Mei 2021, saat pasar modal tengah dalam fase pemulihan pasca pandemi.
Dominasi Zona Merah dan Transaksi Tinggi
Sebanyak 726 emiten atau sekitar 75 persen dari total saham ditutup di zona merah. Hanya 75 saham yang berhasil menguat, sementara 158 saham lainnya stagnan.
Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp 24,96 triliun dengan volume 35,83 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi terjadi sebanyak 2,71 juta kali.
Kapitalisasi pasar bursa kini menyusut menjadi Rp 10.455 triliun.
Sektor bahan baku dan kesehatan menjadi sektor dengan koreksi terdalam, masing-masing turun 9,23 persen dan 6,37 persen.
Saham Penekan Utama IHSG
Beberapa saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks pada hari ini. Bank Central Asia (BBCA) berkontribusi negatif sebesar 28,1 poin.
>>> OPPO Find X9 Usung Baterai 7025 mAh, Ini Alasan Flagship Baru OPPO Layak Dilirik
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan indeks sebesar 21,95 poin, disusul Amman Mineral Internasional (AMMN) sebesar 17,62 poin.
Telkom Indonesia (TLKM) dan Bank Mandiri (BMRI) masing-masing menekan indeks sebesar 10,44 poin dan 9,39 poin.
Aksi Jual Investor Asing
Tekanan jual semakin diperparah oleh aksi jual bersih investor asing. Sepanjang sesi pertama, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 525,4 miliar.
Secara keseluruhan, transaksi jual asing mencapai Rp 5,7 triliun, sementara transaksi beli hanya Rp 5,2 triliun.
Saham yang paling banyak dilepas adalah BBCA dengan net sell Rp 263,7 miliar dan Chandra Asri Pacific (TPIA) sebesar Rp 244,5 miliar.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) juga turut dilepas dalam jumlah signifikan.
>>> Peabo Bryson, Penyanyi Lagu 'A Whole New World', Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun
Dengan kondisi saat ini, pelaku pasar disarankan tetap waspada mengingat tekanan jual yang masih tinggi. Ketidakpastian global dan domestik menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan indeks ke depan.
Update Terbaru
Siti Fadia/Amallia Cahaya Lolos ke Babak Kedua Indonesia Open 2026
Rabu / 03-06-2026, 17:55 WIB
Baru 5 Daerah Cairkan Gaji ke-13 PNS 2026, Ini Daftar Pemda yang Resmi Bayar
Rabu / 03-06-2026, 17:55 WIB
Cara Hindari Sengketa Transfer Pricing, Ajukan APA via Coretax Tanpa Ribet 2026
Rabu / 03-06-2026, 17:55 WIB
Potongan Sadis Dracula (1958) Ditemukan Setelah Dianggap Hilang
Rabu / 03-06-2026, 17:50 WIB
Jadwal Pencairan Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri 2026 Resmi Rilis, Cek Besaran Terbarunya
Rabu / 03-06-2026, 17:50 WIB
Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini Juni 2026, Saldo Gratis Langsung Cair
Rabu / 03-06-2026, 17:50 WIB
Francesco Bagnaia Incar Kebangkitan di MotoGP Setelah Raih Podium GP Italia
Rabu / 03-06-2026, 17:45 WIB
Serial The Scene di Vidio Jadi Inspirasi Generasi Muda 2026
Rabu / 03-06-2026, 17:45 WIB
Hisense Mini-LED U7SE Resmi Meluncur, TV Gaming 144 Hz Terbaru Mulai Rp11 Jutaan
Rabu / 03-06-2026, 17:45 WIB
Iker Lecuona Gantikan Alex Marquez di MotoGP Hungaria 2026
Rabu / 03-06-2026, 17:40 WIB
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor Mengejutkan Terbaru 2026
Rabu / 03-06-2026, 17:40 WIB
Rupiah Nyaris Rp18.000 per USD, IHSG Anjlok 4,9% ke 5.889
Rabu / 03-06-2026, 17:40 WIB
Toyota Perbarui Alphard dan Vellfire, Harga Mulai Rp500 Jutaan
Rabu / 03-06-2026, 17:35 WIB
IHSG Amblas Nyaris 5 Persen di Sesi I 2026, Ini Penyebabnya
Rabu / 03-06-2026, 17:35 WIB






