Meningkatnya Kesadaran Penggunaan BBM Berkualitas

Condro Kirono, Komisaris Independen Pertamina, memberikan perhatian pada tren konsumsi bahan bakar. Saat mengunjungi SPBU COCO di Denpasar, ia melihat perubahan positif pada pola konsumsi masyarakat.

Condro mengungkapkan kesadaran masyarakat Bali menggunakan BBM non-subsidi sudah cukup tinggi. Ia menyaksikan antrean kendaraan, termasuk motor, banyak yang memilih Pertamax dan Pertamax Turbo.

>>> Satpol PP Amankan Pria Berkeluarga yang Diduga Cari Pasangan Sesama Jenis di Sriwedari Solo

Faktor penting terkait konsumsi BBM non-subsidi di Bali:

  • Masyarakat mulai sadar BBM berkualitas membuat kinerja mesin lebih baik.
  • Penggunaan bahan bakar tepat meningkatkan efisiensi energi pada mesin modern.
  • Sosialisasi intensif kepada komunitas otomotif dan dealer memberikan hasil nyata.
  • Penerimaan produk kelas atas oleh pengendara motor menunjukkan pemahaman teknis yang luas.

Ia mendorong edukasi manfaat BBM berkualitas terus dijalankan secara konsisten. Harapannya, lebih banyak pemilik kendaraan beralih ke produk yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Inovasi dan Optimalisasi Lahan SPBU

Condro Kirono juga menyoroti aspek bisnis di area sekitar SPBU. Ia menyarankan manajemen SPBU lebih kreatif memanfaatkan lahan untuk menciptakan sumber pendapatan baru.

Menurutnya, area SPBU sebaiknya dikelola optimal dengan menghadirkan penyewa yang relevan. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya mengisi BBM, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lain.

Rencana pengembangan fungsi area SPBU untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan meliputi kapitalisasi area dengan tenant retail atau kuliner, pendapatan tambahan dari penyewaan ruang, layanan terpadu seperti kedai kopi dan tempat belanja, serta kenyamanan pengunjung sebagai tempat peristirahatan fungsional.

Inovasi ini diharapkan mengubah persepsi masyarakat terhadap SPBU. Tempat pengisian BBM akan menjadi titik temu yang produktif dan nyaman untuk berbelanja atau bersantai.

Evaluasi dan Komitmen Perbaikan Berkelanjutan

Iwan Yudha Wibawa, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, memberikan respons positif. Ia mengakui banyak mendapatkan masukan berharga dari kunjungan jajaran Komisaris.

Masukan mencakup standar keselamatan kerja hingga peningkatan keandalan fasilitas energi. Layanan prima menjadi salah satu fokus utama yang harus segera dievaluasi.

Iwan menegaskan setiap masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan nyata. Kritik dan saran tersebut menjadi motivasi bagi tim Regional Jatimbalinus untuk terus memberikan yang terbaik.

>>> Dolar Tembus Rp16.000, Ini Cara Terbaru Perkuat Rupiah Tanpa Modal di 2026

Sebagai BUMN yang memegang peran vital, Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional. Fokus perusahaan tidak hanya pada ketersediaan produk, tetapi juga keunggulan layanan di seluruh Indonesia, termasuk Bali.