Satpol PP Amankan Pria Berkeluarga yang Diduga Cari Pasangan Sesama Jenis di Sriwedari Solo

Petugas Satpol PP Kota Solo mengamankan seorang pria berinisial S saat patroli malam di kawasan Sriwedari, Senin (1/6). Pria tersebut diduga sedang mencari pasangan untuk melakukan hubungan sesama jenis di area yang selama ini menjadi perhatian petugas.

Kepala Satpol PP Kota Solo, Didik Anggono, mengatakan S diamankan setelah gerak-geriknya dinilai mencurigakan. Setelah dibawa ke kantor untuk dimintai keterangan, pria itu mengaku telah menjalani aktivitas tersebut selama kurang lebih satu tahun.

“Setelah kami tangkap dan dibawa ke kantor untuk kami interogasi, dia mengaku sudah setahun menjalani itu,” kata Didik.

Dari pemeriksaan awal, petugas belum menemukan indikasi adanya transaksi uang dalam aktivitas yang dilakukan S. Keterangan yang diperoleh menunjukkan bahwa pria tersebut lebih sering menjadi pihak yang memulai pendekatan kepada calon pasangan.

>>> Robert Pattinson Minta Skrip Nolan sebelum Setuju Main The Odyssey

“Dia itu yang merayu. Belum ada info itu (transaksi uang),” ujar Didik.

Satpol PP juga menelusuri kemungkinan keterlibatan kelompok atau komunitas tertentu yang beraktivitas di kawasan Sriwedari. Namun sejauh ini, S mengaku datang sendiri dan mencari pasangan secara acak ketika berada di lokasi.

Setelah proses pemeriksaan selesai, petugas memberikan pembinaan dengan menghadirkan keluarga yang bersangkutan. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa S telah berstatus menikah dan memiliki dua anak.

Menurut Didik, informasi mengenai aktivitas S sempat diketahui anaknya terlebih dahulu. Anak tersebut kemudian menyampaikan hal itu kepada ibunya, namun pada awalnya tidak dipercaya hingga peristiwa penangkapan terjadi.

“Kami melakukan pembinaan. Pagi tadi, kami undang keluarga yang hadir dari anaknya. Sebenarnya anaknya ada dua, satu laki-laki, satu cewek. Anaknya memberi tahu ibunya, ibunya belum percaya. Setelah tadi malam kejadian baru percaya punya penyimpangan,” tuturnya.

Satpol PP menyatakan pendalaman masih dilakukan untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat maupun aktivitas serupa yang berlangsung di kawasan tersebut.