Emas dipilih sebagai instrumen persiapan haji karena harganya yang cenderung stabil dan meningkat, sehingga daya beli dana yang dikumpulkan tetap terjaga.

Selain itu, investasi dalam bentuk emas membantu nasabah untuk tetap fokus pada tujuan ibadah tanpa tergoda menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan konsumtif.

>>> 6 Pemain Wajib Direkrut MU demi Juara Liga Champions 2026

Proses investasi ini kini jauh lebih mudah dilakukan melalui aplikasi BYOND by BSI yang bisa diakses kapan saja dari ponsel.

Nasabah dapat membeli emas secara rutin hingga jumlah gram yang terkumpul mencukupi untuk biaya setoran awal pendaftaran haji.

Setelah target emas tercapai, aset tersebut dapat dikonversi menjadi dana tunai untuk disetorkan ke rekening tabungan haji guna mendapatkan nomor porsi.

Menariknya, nasabah tetap bisa melanjutkan investasi emas meskipun sudah mengantongi nomor antrean keberangkatan.

Simpanan emas tambahan ini nantinya bisa digunakan sebagai dana pelunasan biaya haji atau sebagai cadangan biaya hidup selama di Tanah Suci.

Dengan metode ini, impian untuk berangkat haji tidak lagi terasa jauh dan berat karena dimulai dari akumulasi yang ringan.

Ringkasan manfaat investasi emas untuk persiapan haji:

  • Investasi Terjangkau: Dapat dimulai dengan nominal kecil mulai dari Rp50 ribu saja.
  • Keamanan Syariah: Emas dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip perbankan syariah.
  • Akses Digital: Transaksi beli, jual, dan pantau saldo emas melalui aplikasi BYOND by BSI.
  • Lindung Nilai: Menjaga nilai dana haji dari risiko inflasi dan penurunan daya beli uang.

Investasi emas secara bertahap adalah strategi cerdas untuk memastikan porsi haji bisa segera didapatkan tanpa harus menunggu dana besar terkumpul sekaligus.

Ekosistem Haji dan Umrah Terintegrasi dari BSI