Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina berakhir dengan kericuhan.

Insiden terjadi setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak extra time.

>>> Mulai Agustus 2026, PPPK Jateng Bisa Dipecat dari Rekomendasi Instansi

Sejumlah pemain Argentina meluapkan emosi. Leandro Paredes dikabarkan melepaskan pukulan dan langsung diganjar kartu merah setelah pertandingan usai.

Nahuel Molina juga terlihat terlibat insiden dengan pemain Spanyol. Ia disebut sempat mengayunkan tangan ke arah Rodri di tengah suasana yang semakin tak terkendali.

Kecaman dari Legenda Inggris

Legenda Inggris Alan Shearer mengecam keras insiden tersebut. "Paredes melempar dua atau tiga pukulan ke wajah seseorang.

Tidak ada tempat untuk itu dalam sepak bola," ujarnya dikutip dari Mirror.

Ia menambahkan bahwa kekalahan memang menyakitkan, tetapi harus diterima dengan sportif. "Kami tahu betapa pentingnya laga ini, tapi ada cara untuk kalah.

>>> Jokowi Dipastikan Hadir di Sidang Dokter Tifa pada Agustus 2026

Reaksi setelah peluit akhir sangat buruk," tegasnya.

Gary Neville juga memberikan komentar senada. "Saya menyukai semangat kompetitif Argentina, tetapi Paredes memalukan dalam beberapa pertandingan terakhir," katanya.

Pertandingan sendiri berlangsung panas sejak awal.

Argentina kehilangan Enzo Fernandez akibat kartu merah di masa injury time, sehingga bermain dengan 10 orang saat memasuki perpanjangan waktu.

>>> Kehadiran Jokowi di Sidang Ijazah Dinilai Cetak Sejarah Hukum Indonesia

Gol tunggal Torres akhirnya memastikan Spanyol keluar sebagai juara dunia. Namun, insiden kekerasan usai laga berpotensi berbuntut sanksi dari FIFA terhadap pemain yang terlibat.