"Emisi-emisi ini semuanya terikat pada gerakan orbit sistem tersebut," ujar Rose.

"Namun menariknya, sinyal radio dan sinar-X tidak memuncak pada saat yang sama, yang memberi tahu kita bahwa mereka diproduksi di wilayah sistem yang berbeda."

Sinar-X tercipta ketika materi dari katai merah berputar mendekati katai putih. Gesekan ekstrem akibat gravitasi memanaskan materi tersebut hingga jutaan derajat dan memicu radiasi sinar-X.

Sementara itu, sinyal radio tercipta karena interaksi medan magnet kedua bintang.

Keduanya saling mengorbit dalam waktu singkat, yakni hanya 1,4 jam. Karena jalurnya berbentuk elips, ada momen di mana kedua bintang berada pada posisi sangat dekat.

Saat itulah medan magnet keduanya berbenturan, melepaskan partikel bermuatan yang menghasilkan radiasi radio sinkrotron.

Menjadi Kunci Pembuka Misteri Lain

Meskipun temuan ini berhasil menjelaskan sistem ASKAP J1745-5051, fenomena ini belum tentu menjadi jawaban bagi semua sinyal radio serupa di alam semesta.

>>> Ollobot Perkenalkan Robot Pendamping Emosional OlloNi di Shenzhen

Namun, Rose optimistis hasil riset ini akan menjadi panduan penting bagi astronom di masa depan.