Karya mereka terinspirasi dari tanaman, eksplorasi yang dimulai saat pandemi. Ryan menjelaskan bahwa penggunaan medium alam adalah cara menyampaikan rasa terima kasih kepada lingkungan.

Dengan bantuan teknologi, mereka menerjemahkan sinyal tanaman menjadi komposisi musik harmonis. Ryan merasa proses ini menciptakan jalur komunikasi baru antara manusia dan alam.

Agung, personel lain, mengungkapkan kesadaran akan local distance. Ia sempat merasa tertinggal zaman jika terus berkiblat pada tren luar negeri.

Pandangannya berubah setelah mendalami kehidupan masyarakat adat di Indonesia. Ia menemukan nilai tradisional bersifat modern, berkelanjutan, dan futuristik.

Agung memberi contoh rumah adat ramah lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan. Hal ini memicu Bottlesmoker membawa kearifan lokal ke atas panggung.

Sebagai simbol penghormatan, mereka menyertakan elemen unik seperti buah nanas dalam pertunjukan. Nanas bukan sekadar buah, melainkan simbol tradisional untuk menyambut tamu yang dipadukan dengan performa modern.

>>> Xabi Alonso Diminta Coret Bintang Chelsea, Dinilai Berbahaya bagi Tim pada 2026

Melalui serial The Scene, penonton diajak melihat bagaimana anak muda di Asia Tenggara mendefinisikan ulang gaya hidup. Program ini tersedia dalam 10 episode secara eksklusif di Vidio.