Layanan streaming Vidio meluncurkan program orisinal bertajuk The Scene - Living and Lifestyle in Southeast Asia.

Acara ini menjadi wadah bagi generasi muda kreatif untuk menunjukkan karya di kancah internasional.

>>> OlloNi: Robot AI Peliharaan yang Pahami Emosi, Kini Banyak Dicari

Peluncuran program dimeriahkan dengan diskusi panel bertema "Shaping The Future: How Young Indonesian Drive Change". Para narasumber membahas bagaimana kreativitas berjalan beriringan dengan identitas bangsa.

Adaptasi Budaya di Aceh

Diskusi menghadirkan grup tari Duo Twineester asal Aceh dan duo musisi elektronik Bottlesmoker. Mereka berbagi pengalaman menghadapi stigma dan cara mengemas tradisi agar relevan bagi anak muda.

Dinda, moderator dari DW, menanyakan tantangan yang dihadapi si kembar Alisa dan Aliya saat menekuni tarian hiphop di Aceh.

Alisa mengakui bahwa menari hiphop di Aceh bukan perkara mudah karena masyarakat masih skeptis.

Aceh dikenal sangat memegang teguh aturan syariat Islam. Menurut Alisa, tari adalah bentuk ekspresi diri yang menuntut kedisiplinan dan tanggung jawab tinggi.

Demi menghormati aturan, mereka menyesuaikan penampilan dengan pakaian longgar dan tetap menutup aurat. Aliya menambahkan bahwa mereka sempat kesulitan meyakinkan warga lokal mengenai budaya luar.

Masyarakat awalnya sulit menerima karena menganggap hiphop sebagai budaya Barat. Duo Twineester tidak menyerah dan terus mengubah persepsi negatif lewat pendekatan positif.

Mereka memodifikasi gerakan agar lebih santun dan memastikan pakaian sesuai norma lokal.

>>> Samsung Galaxy A06 Masih Jadi Buruan, Cek Spesifikasi dan Harga Terbaru Juni 2026

Inspirasi Alam dan Kearifan Lokal

Grup Bottlesmoker memberikan sudut pandang unik mengenai proses kreatif. Ryan, salah satu personel, menceritakan ketertarikan mereka menggunakan media tidak lazim dalam memproduksi suara.