Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatatkan kenaikan Indeks Reformasi Birokrasi menjadi 82,38 pada 2026. Angka ini naik dari sebelumnya yang berada di level 80.

Kenaikan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta pada Selasa (2/6/2026).

>>> Profil Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyebut transformasi birokrasi sebagai komitmen kementerian.

Langkah Berani Memangkas Ratusan Regulasi

Peningkatan indeks ini didorong oleh deregulasi besar-besaran terhadap Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora). Dari total 191 Permenpora, kini hanya tersisa empat regulasi utama.

Keempat aturan tersebut mencakup pelayanan kepemudaan, budaya olahraga, olahraga prestasi, dan industri olahraga. Jumlah pasal juga dipangkas 60 persen, dari sekitar 1.500 menjadi 600 pasal.

Erick Thohir menegaskan bahwa tata kelola yang sederhana adalah kunci agar masyarakat merasakan dampak langsung kebijakan. Ia tidak ingin aturan rumit menjadi penghalang kemajuan sektor kepemudaan dan olahraga.

>>> Operasi Patuh 2026: Tak Hanya Lawan Arus, Trik Licik Ini Juga Jadi Incaran Polisi

Transformasi Budaya Kerja dan Digitalisasi

Selain merampingkan aturan, Kemenpora membenahi kultur kerja internal. Langkah ini mencakup peningkatan kompetensi SDM dan penyederhanaan SOP.

Modernisasi juga dilakukan dengan sistem penghargaan berbasis kinerja dan percepatan digitalisasi layanan. Erick menyebut upaya ini bertujuan menciptakan tata kelola yang transparan dan berorientasi publik.

Target ke depan, Kemenpora ingin menaikkan skor indeks menjadi 85-90 dengan predikat kategori A (memuaskan).

Dukungan dan Apresiasi dari Parlemen

Anggota Komisi X DPR RI Sabam Sinaga mengapresiasi langkah nyata Menteri Erick Thohir dalam memangkas birokrasi berbelit. Ia mendukung penyederhanaan namun mengingatkan agar kepastian hukum tetap terjaga.

>>> Rupiah Nyaris Rp18.000, Ini Prediksi Harga Mobil di 2026

Sabam berharap aturan baru tidak menimbulkan multitafsir yang merugikan pelaku olahraga dan organisasi kepemudaan. Erick memastikan capaian ini hasil kolaborasi seluruh tim dan akan terus melakukan perbaikan berkelanjutan.