Strategi Produsen Menghadapi Tekanan Dolar

Beberapa Agen Pemegang Merek (APM) besar di Indonesia, seperti Honda, mengaku masih bisa mempertahankan harga jual saat ini.

>>> 11 Prodi Paling Banyak Ditutup pada 2026, Tak Ada Jurusan Pendidikan

PT Honda Prospect Motor (HPM) mengandalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi untuk meredam dampak pelemahan mata uang.

Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy, mengakui bahwa impor kendaraan utuh maupun komponen memang memberikan tekanan finansial.

Namun, produksi di pabrik Karawang yang sudah didominasi komponen lokal membantu mereka meminimalisir ketergantungan pada mata uang asing.

Produsen besar seperti Honda dan BYD masih memilih untuk menyerap tekanan biaya produksi demi menjaga kepercayaan konsumen.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang berencana membeli mobil dalam waktu dekat.

Pandangan BYD Terhadap Situasi Ekonomi

Langkah serupa juga diambil oleh raksasa otomotif asal China, BYD, yang menyatakan belum memiliki rencana untuk menaikkan harga jual di Indonesia.

Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyebut fluktuasi biaya produksi memang tak terhindarkan.

Meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi global sedang dinamis, BYD tetap percaya diri dengan strategi pemasaran dan penetapan harga mereka.

Luther menegaskan bahwa investasi mereka di Indonesia bersifat jangka panjang, sehingga situasi saat ini sudah masuk dalam perhitungan studi mereka.

Strategi promosi dan harga yang kompetitif akan tetap dijalankan sesuai rencana awal tanpa adanya perubahan mendadak.

>>> Pemerintah Resmi Luncurkan PP ATS 2026, Targetkan 645 Ribu Anak Kembali Sekolah

Dengan demikian, calon konsumen diharapkan tetap merasa aman tanpa perlu khawatir akan lonjakan harga dalam waktu singkat.