Perdebatan mengenai pembalap terbaik sepanjang sejarah MotoGP antara Valentino Rossi dan Marc Marquez terus bergulir. Kini, pembalap Red Bull KTM Brad Binder turut memberikan pandangannya.

Binder mengakui kehebatan luar biasa Marc Marquez. Namun, ia tetap menempatkan Valentino Rossi sebagai "Raja" MotoGP meski The Doctor sudah pensiun.

>>> Hanya 4 Gelandang, Strategi Herdman Lawan Oman dan Mozambik

Pandangan Netral dengan Kekaguman pada Rossi

Brad Binder memilih bersikap netral dan enggan membandingkan langsung kemampuan Rossi dan Marquez. Rider Afrika Selatan ini menilai keduanya adalah legenda besar yang berdampak masif bagi motorsport.

Menurut Binder, setiap pembalap memiliki karakteristik dan keunikan berbeda saat di lintasan. Karena itu, ia merasa sulit menyandingkan mereka dalam satu standar penilaian.

Dalam wawancara dengan Motosan, Binder ditanya soal pembalap terbaik di antara keduanya. Ia menjawab jujur tidak tahu pasti siapa yang layak menyandang predikat tersebut.

Pernyataan ini mencerminkan rasa hormat Binder terhadap prestasi Rossi dan Marquez. Baginya, setiap era memiliki pahlawannya sendiri dengan tantangan berbeda.

Fakta Rivalitas Rossi dan Marquez

  • Valentino Rossi dan Marc Marquez sama-sama mengoleksi tujuh gelar juara dunia di kelas utama MotoGP.
  • Pencapaian mereka hanya terpaut satu gelar dari legenda Giacomo Agostini yang memiliki delapan gelar.
  • Rossi pensiun dari balap motor profesional pada akhir musim 2021.
  • Marquez masih aktif bersama Ducati Lenovo dan berjuang tampil maksimal.

Meski statistik bersaing ketat, perjalanan karier kedua pembalap berada di fase berbeda. Rossi telah pensiun, sementara Marquez masih berlaga.

>>> Dadan Hindayana Tinggalkan Kursi Kepala BGN, Ini Profil, Pendidikan, dan Riwayat Kariernya

Status Ikonik yang Sulit Tergantikan

Sebagai pembalap yang masih bersaing langsung dengan Marquez, Binder merasa tak berkapasitas menentukan siapa terhebat. Namun, ia tak menutupi kekagumannya pada Rossi.

Binder menganggap Rossi sebagai raja MotoGP yang tak tergantikan. Sementara Marquez disebutnya sebagai legenda hebat.

Komentar Binder mengingatkan bahwa MotoGP bukan sekadar angka dan statistik. Warisan seorang pembalap bagi generasi mendatang juga penting.

Persaingan Musim 2026

Pembicaraan tentang legenda ini muncul di tengah persaingan MotoGP 2026 yang sengit. Marquez saat ini berusaha mengejar ketertinggalan poin di klasemen sementara.

Hingga balapan terakhir, Marquez berupaya tampil konsisten meski sempat terkendala teknis. Sementara pembalap muda seperti Binder terus memberi perlawanan sengit.

>>> Ruben Onsu Beri Lampu Hijau Sarwendah Ambil Alih Rumah, Ini Syaratnya

Binder fokus mengembangkan motor KTM agar kompetitif melawan dominasi Ducati. Kekagumannya pada sejarah para pendahulu tetap menjadi motivasi.