Mengenal Yungas Road, Jalan Paling Berbahaya di Dunia yang Banyak Dicari Turis 2026
Kondisi keamanan diperparah oleh curah hujan tinggi, kabut tebal mendadak, dan erosi tanah yang terus-menerus.
Status sebagai jalan mematikan diperkuat oleh peristiwa tragis pada 1983 ketika sebuah bus jatuh ke lembah dan menewaskan lebih dari 100 orang.
>>> AAJI Siapkan Usulan Resmi Aturan Baru Unitlink 2026 untuk OJK
Pada 1995, Bank Pembangunan Antar-Amerika (IDB) secara resmi memberikan gelar jalan paling berbahaya di dunia kepada Yungas Road.
Estimasi korban mencapai 200 hingga 300 pengemudi setiap tahunnya.
Transformasi Menjadi Destinasi Wisata Ekstrem
Setelah pembangunan selama 20 tahun, pemerintah Bolivia meresmikan jalur alternatif yang lebih aman pada 2006. Jalur baru ini menyediakan jalan aspal dua jalur dengan pengamanan penuh.
Warga lokal segera meninggalkan Death Road dan beralih ke rute modern. Jalur lama menjadi usang dan tidak lagi digunakan untuk distribusi logistik harian.
Kekosongan lalu lintas justru diisi oleh puluhan ribu turis mancanegara. Diperkirakan sekitar 25.000 wisatawan datang setiap tahun untuk bersepeda gunung di jalur kerikil curam tersebut.
Bagi pesepeda profesional, medan jalan kasar mungkin tampak biasa, namun margin kesalahan di jalur ini adalah nol. Angka kematian turis asing terus meningkat seiring tingginya minat berkunjung.
Barracuda Biking melaporkan sedikitnya 18 pesepeda dari grup mereka tewas sejak 1998. Laporan media lokal La Razón mencatat pernah terjadi 114 kecelakaan dalam satu tahun kalender.
Sebanyak 42 nyawa turis melayang dalam setahun menurut data kecelakaan yang pernah dirilis.
Keindahan alam Bolivia menyimpan risiko kematian nyata bagi yang kurang waspada.
Meski maut selalu mengintai di balik kabut tebal Pegunungan Andes, daya tarik Death Road tetap sulit ditolak para pemburu nyali.
Hingga saat ini, pesona magis jalur paling berbahaya tersebut masih dianggap terlalu menggoda untuk dilewatkan.
>>> Patch Dota 2 7.41b: Meepo dan Alchemist Kena Nerf, Meta Berubah
Para petualang dari seluruh dunia terus berdatangan untuk membuktikan keberanian, meski harus mempertaruhkan nyawa di jalanan penuh sejarah kelam.
Update Terbaru
Tim Kim Soo-hyun Hati-hati soal Rencana Comeback, Pulihkan Kehidupan Normal Jadi Prioritas
Rabu / 03-06-2026, 13:55 WIB
Bottlesmoker dan Duo Twineester di The Scene: Anak Muda Jaga Tradisi
Rabu / 03-06-2026, 13:55 WIB
OlloNi: Robot AI Peliharaan yang Pahami Emosi, Kini Banyak Dicari
Rabu / 03-06-2026, 13:55 WIB
Ollobot Perkenalkan Robot Pendamping Emosional OlloNi di Shenzhen
Rabu / 03-06-2026, 13:50 WIB
Samsung Galaxy A06 Masih Jadi Buruan, Cek Spesifikasi dan Harga Terbaru Juni 2026
Rabu / 03-06-2026, 13:50 WIB
Xabi Alonso Diminta Coret Bintang Chelsea, Dinilai Berbahaya bagi Tim pada 2026
Rabu / 03-06-2026, 13:50 WIB
Hasil Indonesia Open 2026: Amallia/Fadia Tekuk Wakil Korea Usai Duel Sengit 68 Menit
Rabu / 03-06-2026, 13:50 WIB
Dadan Hindayana Dikabarkan Sudah Berada di Kejagung Saat Kantor BGN Digeledah
Rabu / 03-06-2026, 13:48 WIB
Siapa Suami Nanik Sudaryati Deyang? Kepala BGN yang Baru Gantikan Dadan Hindayana, Bukan Orang Sembarangan?
Rabu / 03-06-2026, 13:45 WIB
5 HP NFC Termurah untuk Transaksi Digital, Mulai Rp1,7 Jutaan
Rabu / 03-06-2026, 13:45 WIB
PSSI Sumut Turun Tangan, Polemik Penginapan Piala AFF U-19 2026 Berakhir Damai
Rabu / 03-06-2026, 13:45 WIB
Indeks Reformasi Birokrasi Kemenpora 2026 Naik, DPR Puji Deregulasi Menpora Erick Thohir
Rabu / 03-06-2026, 13:45 WIB
Profil Nanik S Deyang Ditunjuk Prabowo Pimpin Badan Gizi Nasional
Rabu / 03-06-2026, 13:42 WIB






