Yungas Road di Bolivia tetap menjadi magnet bagi para pelancong meski jalur tersebut sudah lama menyandang gelar sebagai salah satu rute paling berbahaya di planet ini.

Jalur pegunungan ini mungkin bisa diperbaiki dengan standar teknik sipil yang canggih, namun hal itu tidak menyurutkan niat para turis yang haus adrenalin demi konten media sosial.

>>> Menkes Bongkar Fakta Mengejutkan: Harga Obat di RI 6x Lebih Mahal di 2026

Fenomena ini menggambarkan kondisi nyata Yungas Road, sebuah jalur legendaris di Bolivia yang secara global dikenal dengan sebutan "Death Road" atau Jalan Kematian.

Bagi penduduk setempat, lintasan ini adalah memori buruk masa lalu yang sebaiknya dihindari karena risiko nyawa yang besar.

Popularitasnya justru melonjak berkat algoritma media sosial dan tren wisata ekstrem yang digandrungi masyarakat dunia.

Setiap tahunnya, ribuan turis asing mengantre untuk menantang maut di lintasan sempit yang berbatasan langsung dengan jurang dalam.

Sejarah dan Spesifikasi Teknis Yungas Road

Bolivia merupakan negara di pedalaman Amerika Selatan yang merdeka sejak 1825. Negara ini memiliki bentang alam menantang, dari Pegunungan Andes hingga hutan hujan Amazon.

Sekitar era 1930-an, pemerintah Bolivia membangun Yungas Road dengan memahat tebing curam. Jalur ini menjadi satu-satunya akses utama yang menghubungkan La Paz dengan wilayah Yungas di kawasan Amazon.

Dari segi spesifikasi, Yungas Road memiliki penurunan ketinggian ekstrem sekitar 3,5 kilometer dalam jarak 64 kilometer.

Lebar jalan di banyak titik rawan bahkan tidak sampai 3 meter tanpa pagar pengaman di tepi jurang.

Kendaraan yang melintas diwajibkan berada di sisi kiri jalan, berbeda dengan aturan umum di Bolivia. Aturan ini diterapkan agar sopir bisa melihat langsung posisi roda terhadap bibir jurang.