Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif jumlah pemegang polis pada kuartal pertama 2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengungkapkan bahwa total tertanggung asuransi jiwa mencapai 118,28 juta orang.

>>> Tamchy SFIT Resmikan Pusat Bisnis Perdana di Issyk-Kul, Bukti Operasional Nyata

Angka ini meningkat 20,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Selasa (2/6/2026).

Rincian Pertumbuhan Segmen Asuransi

Peningkatan jumlah tertanggung terjadi di segmen perorangan maupun segmen kumpulan.

Segmen kumpulan masih menjadi kontributor terbesar dengan 95,72 juta tertanggung pada kuartal I-2026.

Jumlah tersebut melonjak 26,1 persen dibandingkan kuartal I-2025.

Segmen kumpulan mendominasi pasar dengan kontribusi 80,93 persen dari total tertanggung.

Segmen perorangan mencapai 22,56 juta pemegang polis, tumbuh 2,7 persen secara year-on-year.

Kontribusi segmen perorangan terhadap total tertanggung sebesar 19,07 persen.

>>> HUT ke-242, Pemkot Pekanbaru Resmi Gelar Pemutihan Pajak Daerah 2026

Kesadaran Masyarakat dan Kondisi Ekonomi

Albertus Wiroyo menekankan bahwa kenaikan di kedua segmen merupakan sinyal positif bagi industri asuransi jiwa.

Hal ini membuktikan minat dan kebutuhan masyarakat akan proteksi jiwa tetap terjaga.

Tren ini juga didorong oleh kondisi perekonomian Indonesia yang solid selama kuartal pertama 2026.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengalokasikan dana pada instrumen perlindungan.

AAJI berharap bertambahnya jumlah tertanggung dapat meningkatkan angka inklusi keuangan di sektor asuransi.

Penetrasi asuransi yang lebih dalam diharapkan menjadi penyangga ekonomi bagi keluarga di Indonesia.

Fenomena ini mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan jiwa sejak dini.

>>> Polisi Temukan Puluhan Amunisi Aktif Sisa Perang Dunia II di Biak

Albertus menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil upaya berkelanjutan pelaku industri dalam memperluas akses layanan.