Pertumbuhan pembayaran manfaat pada tahun 2025 naik sekitar 19,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, hingga April 2026, terjadi kenaikan jumlah kasus sebesar 28,89 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025.

Penyaluran dana dalam skala besar ini dipandang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita Misi 3 dan 4.

Fokusnya adalah pada penguatan perlindungan tenaga kerja, ketahanan ekonomi keluarga, serta pembentukan sumber daya manusia yang lebih produktif.

Respons Positif Bank Indonesia

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, memberikan respons positif terhadap inisiatif kolaborasi ini.

Ia menyatakan bahwa BI siap mengintegrasikan program pengembangan UMKM miliknya untuk membantu para penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Doni menjelaskan bahwa meskipun Bank Indonesia tidak memberikan kredit secara langsung, lembaga tersebut memiliki ekosistem pendampingan yang sangat lengkap.

Hal ini mencakup pelatihan digitalisasi, perluasan akses pasar, hingga bantuan dalam proses fasilitasi sertifikasi produk bagi UMKM.

“Kerja sama ini bisa menjadi jembatan transformasi, terutama bagi peserta korban PHK atau ahli waris yang menerima santunan besar,” jelas Doni.

Ia menilai potensi modal dari dana jaminan sosial tersebut sangat disayangkan jika tidak dioptimalkan menjadi unit usaha mandiri.

Salah satu hambatan utama UMKM saat ini adalah kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang standar untuk mengajukan pembiayaan perbankan.

Melalui pelatihan intensif, BI berkomitmen meningkatkan kapasitas manajerial para calon pengusaha baru agar lebih mudah mengakses sektor keuangan formal.

Melalui sinergi kuat ini, BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia optimis jaminan sosial akan memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian.

>>> Cara Atur Screen Time Android Terbaru 2026 agar Hidup Seimbang dan Produktif

Dana tersebut diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang tangguh, memperkuat daya beli keluarga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.