Potensi Pajak Raksasa Teknologi 2026 Belum Maksimal, Ekonomi RI Merugi?
Ketimpangan Antara Pelaku Lokal dan Platform Global
Ketua Kelompok Fraksi PDI Perjuangan Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyuarakan perlunya aturan tegas tanpa memandang asal negara perusahaan.
Ia menegaskan setiap platform dari Amerika, China, maupun negara lain wajib tunduk pada hukum perpajakan Indonesia.
>>> Daftar Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Gilberto Mora Paling Banyak Dicari
Selama ini terdapat ketimpangan beban yang mencolok antara pengusaha dalam negeri dan raksasa digital global.
Pelaku usaha lokal harus mematuhi regulasi ketat, membangun infrastruktur fisik, hingga menyediakan lapangan kerja sambil membayar pajak penuh.
Di sisi lain, platform global seringkali hanya berkontribusi lewat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang bebannya diteruskan kepada konsumen.
Harris menilai kondisi ini sangat tidak adil bagi rakyat Indonesia yang menjadi sumber keuntungan utama perusahaan tersebut.
Perbandingan beban operasional antara pelaku usaha lokal dan platform global:
- Pelaku Usaha Lokal: PPh Badan, PPN, dan pajak daerah lainnya; membangun kantor fisik dan jaringan; menyerap banyak tenaga kerja lokal; tunduk penuh pada aturan hukum nasional.
- Platform Digital Global: Dominan PPN (sering dibebankan ke pengguna); layanan berbasis awan tanpa kantor fisik wajib; penyerapan tenaga kerja lokal sangat terbatas; sering memanfaatkan celah hukum lintas negara.
Indonesia dianggap memiliki posisi tawar yang kuat untuk memaksakan kebijakan ini karena jumlah penggunanya yang masif.
Menciptakan Ekosistem Digital yang Berdaulat
Selain soal uang, kedaulatan digital juga menjadi isu krusial yang harus segera ditangani. Harris Turino menyarankan agar kebijakan lokalisasi data diperkuat demi melindungi kepentingan nasional.
Sejalan dengan itu, Reza Adityan dari Kementerian PPN/Bappenas menyatakan tujuan utama regulasi adalah menciptakan arena bermain yang setara.
Kebijakan digital harus merangkul seluruh ekosistem, mulai dari kreator film hingga rumah produksi lokal.
Reza menambahkan bahwa penempatan data di dalam negeri akan mempermudah pengawasan dan tata kelola industri.
Dengan data yang transparan, pemerintah bisa memastikan setiap rupiah yang dihasilkan di Indonesia juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Diskusi mengenai masa depan industri OTT ini menjadi relevan mengingat ekonomi digital Indonesia diprediksi terus tumbuh.
>>> Cara Membuat Pakan Fermentasi Ayam Kampung Terbaru 2026, Tanpa Ribet dan Hemat
Melalui koordinasi antara DPR, pemerintah, dan akademisi, diharapkan muncul kebijakan yang mengamankan kepentingan ekonomi nasional secara jangka panjang.
Update Terbaru
Pesan Menohok Okto Maniani untuk Pemain Lokal Timnas Indonesia 2026
Rabu / 03-06-2026, 12:08 WIB
ID42NER Gelar Jambore Nasional V dan HUT ke-19 di Tangerang
Rabu / 03-06-2026, 12:05 WIB
Fabrizio Romano Konfirmasi Denzel Dumfries Sepakat ke Real Madrid pada 2026
Rabu / 03-06-2026, 12:05 WIB
BYD Rekrut Eks Insinyur Nissan untuk Kei Car Listrik 2026
Rabu / 03-06-2026, 12:05 WIB
Nanik S Deyang Ditunjuk Pimpin BGN, Ini Rekam Jejak Kariernya
Rabu / 03-06-2026, 12:04 WIB
Kabar Duka! Slamet Suradio Masinis Tragedi Bintaro 1987 Meninggal Dunia pada 3 Juni 2026
Rabu / 03-06-2026, 12:01 WIB
Duo Resital Violis Kim Sang-jin dan Pianis Kim Kyu-yeon di Seoul Arts Center
Rabu / 03-06-2026, 12:00 WIB
Brad Binder: Marc Marquez Hebat, Rossi Tetap Raja MotoGP
Rabu / 03-06-2026, 12:00 WIB
Hanya 4 Gelandang, Strategi Herdman Lawan Oman dan Mozambik
Rabu / 03-06-2026, 12:00 WIB
Dadan Hindayana Tinggalkan Kursi Kepala BGN, Ini Profil, Pendidikan, dan Riwayat Kariernya
Rabu / 03-06-2026, 11:57 WIB
Astronom Temukan Bukti Pertama Medan Magnet Eksoplanet Lewat Angin Kencang
Rabu / 03-06-2026, 11:55 WIB
Ruben Onsu Beri Lampu Hijau Sarwendah Ambil Alih Rumah, Ini Syaratnya
Rabu / 03-06-2026, 11:55 WIB
Anjasmara Rombak Formula Parfum Harmel karena Standar Perfeksionis
Rabu / 03-06-2026, 11:55 WIB






