Abaikan Manajemen Lajur Tol Picu Tindakan Menyalip dari Kiri
Pemahaman pengemudi tentang manajemen lajur jalan tol di Indonesia masih rendah. Padahal, infrastruktur tol kini semakin lebar dengan tiga hingga lima lajur dalam satu arah.
Banyak pengendara hanya mengkategorikan lajur kiri untuk kendaraan lambat dan lajur kanan untuk kendaraan cepat. Padahal, setiap lajur memiliki fungsi spesifik demi keselamatan.
>>> Operator Kapal Laut Batasi Mobilitas Mobil Listrik Antarpulau
Pembagian Fungsi Lajur Tol Multilajur
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menjelaskan bahwa pembagian fungsi lajur sudah diatur secara pasti. Bukan sekadar kiri dan kanan saja.
Lajur 1 atau paling kiri diperuntukkan bagi kendaraan berat yang bergerak lambat, seperti truk bermuatan besar dan bus kontainer.
Lajur 2 digunakan untuk menyalip kendaraan berat atau jalur konstan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih rendah dari mobil penumpang.
Lajur 3 di posisi tengah diperuntukkan bagi kendaraan ringan yang bergerak konstan sesuai batas kecepatan aman tol, misalnya 60-80 kpj.
>>> Mitsubishi Siapkan 13 Model Baru dan Pangkas Waktu Pengembangan Pakai AI
Sementara lajur paling kanan hanya boleh digunakan untuk mendahului kendaraan ringan.
Penyebab Kekacauan Lalu Lintas
Jusri menegaskan bahwa kekacauan sering terjadi karena kendaraan berat seperti truk keluar dari zona semestinya. Mereka kerap masuk ke lajur tengah bahkan lajur paling kanan.
Kondisi ini merusak manajemen kecepatan yang sudah didesain pengelola jalan tol. Akibatnya, kendaraan kecil terpaksa melakukan tindakan tidak aman, seperti menyalip dari kiri.
Jusri mengimbau seluruh pengguna jalan untuk disiplin menempatkan kendaraan sesuai lajur yang benar.
>>> Proton Ekspansi Pabrik EV di Tanjung Malim, Kapasitas Naik Jadi 42.000 Unit per Tahun
Kendaraan ringan yang tidak sedang mendahului diminta tetap di lajur tengah dan segera mengosongkan lajur paling kanan agar arus lalu lintas lancar dan aman.
Update Terbaru
Honda Siapkan Motor Trail Listrik dengan Sensasi Mesin Bensin pada 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:15 WIB
Kemdiktisaintek Siapkan Proses Hukum untuk Pelaku Pemalsuan Riset
Rabu / 03-06-2026, 11:15 WIB
Ruben Onsu Tak Masalah Sarwendah Ambil Alih Rumah, Asal Penuhi Kewajiban
Rabu / 03-06-2026, 11:10 WIB
Kisah Eks Rider MotoGP Miguel Oliveira Nikahi Adik Sambungnya
Rabu / 03-06-2026, 11:10 WIB
Eks Pelatih Arema Puji Transformasi Arkhan Kaka di Piala AFF U-19 2026: Makin Matang dan Tenang
Rabu / 03-06-2026, 11:10 WIB
Harga Emas Antam 3 Juni 2026 Bertahan di Rp 2,774 Juta per Gram, Cek Rincian Terbarunya
Rabu / 03-06-2026, 11:07 WIB
Gen Z Korea Jatuh Hati pada Taeko Onuki, City Pop, dan J-Rock
Rabu / 03-06-2026, 11:05 WIB
Jung Kook Kecewa, Peringatkan Fans Obsesif yang Berkumpul di Dekat Rumahnya
Rabu / 03-06-2026, 11:05 WIB
Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB
DPRD Jatim Apresiasi Perombakan Pimpinan Badan Gizi Nasional
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB
Strategi Desa BRILiaN Ketapanrame: Sukses Berdayakan Potensi Lokal di 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB
BSI Tunggu Arahan Resmi Danantara demi Kejar Target Free Float 2026
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB
Daftar 16 Game Resmi Esports Nations Cup 2026 Riyadh: Ada Dota 2 dan MLBB!
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB
Libur Panjang 2026, 328 Ribu Kendaraan Padati Tol Solo-Ngawi
Rabu / 03-06-2026, 11:04 WIB






