Pemerintah China secara resmi memberlakukan sistem identitas nasional khusus bagi robot humanoid. Kebijakan ini bertujuan memantau aktivitas dan meminimalkan risiko keamanan.

Sistem bernama Humanoid Full Lifecycle Management Service Platform diperkenalkan pekan lalu. Hal ini diungkapkan oleh lembaga penyiaran negara, CCTV.

>>> Aturan Baru 2026: Standar Kompetensi ASN Resmi Diperketat, Berlaku Nasional

Platform ini ditujukan bagi robot bipedal atau robot berkaki dua yang ditenagai kecerdasan buatan (AI). Langkah ini merupakan strategi China untuk mempercepat penggunaan robot humanoid secara komersial.

Fungsi Utama KTP Digital untuk Robot

Platform ini memungkinkan pemerintah dan produsen melakukan pengawasan menyeluruh selama masa operasional robot.

Wakil Kepala China Electronics Standardization Institute, Yu Xiuming, menekankan pentingnya inisiatif ini untuk tata kelola robotika.

Setiap unit robot humanoid akan mendapatkan kode identitas unik.

Rinciannya meliputi dua digit kode negara, empat digit kode produsen, enam digit kode model, dan tujuh belas digit nomor seri.

Kode negara berfungsi melacak data pengiriman dan transaksi penjualan. Kode produsen mengidentifikasi perusahaan pembuat robot.

Kode model berisi spesifikasi dan tipe produk. Nomor seri menjadi tanda pengenal spesifik setiap unit.

Sejumlah robot humanoid di Provinsi Hubei akan menjadi kelompok pertama yang mendapatkan identitas resmi. Hal ini menandai babak baru dalam manajemen aset teknologi canggih.

Pemantauan Real-Time dan Riwayat Operasional

Liu Chuanhou dari Hubei Humanoid Robotics Innovation Center menyatakan sistem ini memiliki fungsi lebih luas dari sekadar registrasi.

Platform mampu merekam catatan pemeliharaan, lokasi penggunaan, dan performa robot.

>>> 91,61% Lulusan S1-D4 UGM Dapat Kerja Kurang dari 6 Bulan

Data real-time seperti kondisi baterai, keausan komponen sendi, dan akurasi gerakan bisa dipantau langsung. Informasi ini berguna bagi produsen untuk memastikan robot bekerja optimal.