• Penghasilan guru di berbagai daerah tetap berada di level yang rendah.
  • Gaji bagi aparat penegak hukum dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sulit untuk ditingkatkan secara drastis.
  • Anggaran negara seringkali dianggap tidak cukup kuat untuk mendanai program kesejahteraan skala besar.

Selisih keuntungan yang hanya tersisa sekitar USD 93 miliar selama dua dekade tersebut menjadi alasan teknis mengapa kenaikan gaji sulit terealisasi.

Prabowo menekankan pentingnya memperbaiki kebocoran anggaran agar gaji guru bisa ditingkatkan.

Upaya Pembenahan dan Pemberantasan Fraud

Presiden mengungkapkan adanya praktik export under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor yang tidak jujur sejak tahun 1991.

Praktik penipuan dokumen ini merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar selama puluhan tahun.

Selain manipulasi laporan, masalah penyelundupan juga menjadi faktor utama yang menggerus kekayaan negara.

Kondisi ini membuat dana yang seharusnya masuk ke kas negara justru hilang ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Fokus pembenahan pemerintah dalam waktu dekat meliputi lembaga pemerintah, pengawasan ekspor, dan kesejahteraan guru.

Dengan memperbaiki sistem, diharapkan anggaran untuk guru dan ASN dapat dialokasikan lebih maksimal.

Prabowo mengajak seluruh pihak untuk berani menghadapi realitas kondisi ekonomi Indonesia secara apa adanya.

Ia berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh pada lembaga-lembaga pemerintah demi menutup celah kecurangan.

Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan kekayaan negara agar bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

>>> Kunjungan Mal Melonjak 15% Saat Libur Panjang 2026, Jadi Tren Terbaru

Perbaikan sistem birokrasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan guru yang selama ini tertunda.