Presiden Prabowo Subianto memberikan sorotan khusus terhadap tingkat kesejahteraan para pengajar di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam agenda Rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.

>>> Marc Marquez Blak-blakan Target Juara Dunia di MotoGP 2026

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin kehidupan guru yang lebih layak.

Harapan besar ia sampaikan agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan standar kesejahteraan yang tercukupi.

Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Kesejahteraan Guru

Kualitas pendidikan nasional dinilai sangat bergantung pada kualitas serta semangat para tenaga pendidiknya.

Bagi Presiden, guru yang bersemangat dan bahagia akan menjadi teladan yang baik bagi generasi penerus bangsa.

Prabowo memandang bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh bagaimana anak-anak bangsa dididik hari ini.

Oleh karena itu, perbaikan taraf hidup guru ditetapkan sebagai salah satu fokus utama pemerintah ke depan.

Langkah ini diambil guna memastikan para guru dapat fokus memberikan pengajaran terbaik tanpa terbebani masalah ekonomi.

Pemerintah berkomitmen menjadikan isu ini sebagai prioritas dalam kebijakan fiskal mendatang.

Analisis Ekonomi di Balik Rendahnya Gaji Guru

Prabowo juga memaparkan data neraca ekonomi nasional selama 22 tahun terakhir untuk menjelaskan alasan di balik terbatasnya anggaran negara.

Ia menyoroti fenomena arus modal keluar atau net outflow yang jumlahnya sangat signifikan.

Meski Indonesia mencatatkan keuntungan dagang sebesar USD 436 miliar, arus dana yang keluar mencapai USD 343 miliar.

Hal inilah yang menyebabkan ketersediaan anggaran untuk menggaji pegawai sering kali dianggap tidak mencukupi.

>>> Resmi! Susul Francisco Rivera, Persebaya Pertahankan Jefferson Silva untuk Musim 2026

Beberapa dampak dari kondisi ekonomi tersebut antara lain: