Dengan baterai 10.000mAh, ponsel ini diproyeksikan mampu beroperasi 3-5 hari untuk penggunaan ringan dan berfungsi sebagai pengisi daya darurat.

Namun, baterai besar berpotensi menambah bobot 150-200 gram, sehingga diperlukan material tahan bentur agar tidak terlalu berat.

Manajemen suhu juga menjadi perhatian karena baterai besar menghasilkan panas lebih tinggi saat pengisian atau aktivitas berat. Perangkat lunak juga berperan penting dalam efisiensi daya melalui antarmuka ColorOS.

Strategi Harga dan Jadwal Peluncuran

Harga sekitar Rp4,3 juta membuat perangkat ini kompetitif.

Sebagai perbandingan, Realme Note 60 Pro+ (baterai 6.000mAh) dijual Rp3,8 juta, Redmi Note 14 Pro (5.500mAh) Rp3,5 juta, dan Samsung Galaxy A36 (5.000mAh) Rp4,5 juta.

Spesifikasi bocor ini dikaitkan dengan materi promosi internal untuk lini K13 Series. Spekulasi menyebut perangkat akan bernama Oppo K13 Pro atau varian Oppo K13 Power.

>>> TCL Indonesia Luncurkan Monitor Premium QD-Mini LED Pertama G64

Peluncuran global diprediksi pada akhir 2025 atau awal 2026, bersamaan dengan gelombang perangkat Android 16.