NASA Matangkan Rencana Bangun Reaktor Nuklir di Permukaan Bulan
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tengah mematangkan rencana pembangunan reaktor nuklir di permukaan Bulan.
Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi misi manusia di masa depan.
>>> Dulu Akrab, Model Ini Tak Diundang Taylor Swift ke Nikahannya
Wilayah Bulan yang tidak terjangkau sinar matahari secara optimal menjadi alasan utama penggunaan energi nuklir.
Energi surya memiliki batasan besar di daerah yang tertutup bayangan atau selama malam Bulan yang panjang.
Pernyataan Pejabat NASA
Program Eksekutif NASA untuk Basis Bulan, Carlos Garcia-Galan, mengungkapkan bahwa ketergantungan pada energi surya tidak cukup untuk mendukung sistem pendukung kehidupan manusia secara terus-menerus.
"Kami ingin mencapai tahap di mana kami menghasilkan puluhan kilowatt listrik, dan reaktor nuklir Bulan adalah jalan yang harus ditempuh," ujarnya.
Penggunaan nuklir akan dimulai secara bertahap.
Tahap awal melibatkan unit pemanas radioisotop pada aset perintis agar peralatan bertahan dari suhu ekstrem saat malam di Bulan.
Selanjutnya, pengembangan akan berlanjut pada reaktor nuklir skala penuh.
>>> Meteor Bola Api Meledak di Langit New England, NASA Konfirmasi Ledakan Setara 230 Ton TNT
Tahapan Pembangunan Infrastruktur
Tahap pertama meliputi pengiriman kargo dan peralatan dasar untuk membangun infrastruktur energi, sains, dan komunikasi.
Tahap kedua berfokus pada pengembangan infrastruktur layak huni yang menyerupai kondisi Bumi dengan dukungan logistik dari mitra internasional.
Tahap ketiga bertujuan mewujudkan keberadaan manusia jangka panjang atau permanen di permukaan Bulan. Rencana ini merupakan bagian dari peta jalan besar NASA yang diumumkan sejak Maret lalu.
Manfaat Jangka Panjang
Dengan membangun basis permanen, NASA tidak hanya bertujuan untuk eksplorasi ilmiah, tetapi juga menjadikan Bulan sebagai batu loncatan untuk misi berawak ke Mars.
Pembangunan infrastruktur energi nuklir diharapkan dapat memicu percepatan riset teknologi antariksa lainnya.
Ketersediaan daya listrik yang besar akan memungkinkan pengoperasian laboratorium canggih dan sistem ekstraksi sumber daya lokal di Bulan.
>>> NASA Kembangkan AI untuk Deteksi Ledakan Alga Berbahaya
Teknologi nuklir dianggap sebagai solusi paling logis karena mampu beroperasi 24 jam penuh tanpa bergantung pada kondisi pencahayaan.
Update Terbaru
Ramalan Zodiak 18 Juli: Scorpio Perbaiki Keadaan, Libra Harus Pengertian
Sabtu / 18-07-2026, 06:58 WIB
Magang Nasional 2026 di Jakarta: Daftar Kementerian dan Gaji UMP
Sabtu / 18-07-2026, 06:49 WIB
Don Ritto Langsung Ditahan, Febrie Adriansyah Masih Bebas, Kejagung: Nanti Itu...
Sabtu / 18-07-2026, 06:49 WIB
Pria Tewas Ditembak ICE di Texas Bawa Garam, Bukan Narkoba, Kata Pengacara
Sabtu / 18-07-2026, 06:48 WIB
Perusahaan Ghost Gun Husky Armory Diperintahkan Bayar Rp1,6 Triliun
Sabtu / 18-07-2026, 06:48 WIB
Mantan Teman D4vd Mengaku Dihadapkan pada Hubungan dengan Remaja 13 Tahun
Sabtu / 18-07-2026, 06:43 WIB
Ayah Tersangka Pembunuhan Charlie Kirk Jalankan Bisnis Sukses
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Penggugat Stefon Diggs Bantah Tuntutannya Demi Uang
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
BMW Luncurkan Plugin ChatGPT untuk Konfigurasi Mobil
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Deputi Polisi Kecelakaan Saat Ngebut 92 mph Tanpa Tugas, Rugikan Negara Rp1,2 Miliar
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Vietnam di Semifinal SEA V Cup
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Prabowo: Banyak Pejabat Masuk RS karena Kerja Keras
Sabtu / 18-07-2026, 06:42 WIB
Inggris Punya Catatan Buruk di Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia
Sabtu / 18-07-2026, 06:38 WIB
Ketua Komisi V DPRD Jabar Pastikan Pembahasan SPP Sekolah Tetap Berlanjut
Sabtu / 18-07-2026, 06:38 WIB







