Badan Tim Nasional (BTN) sedang memproses naturalisasi dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker.

Keduanya diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026 dan FIFA Matchday Juni 2026.

>>> Cristiano Ronaldo Bersiap Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Kedua pemain sudah mengikuti pemusatan latihan di Jakarta pada 26-30 Mei 2026. Namun, status kewarganegaraan mereka belum resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Proses Naturalisasi Bergantung pada Evaluasi Pelatih

Ketua BTN, Sumardji, mengungkapkan target penyelesaian status kewarganegaraan belum bisa dipastikan. Proses masih menunggu penilaian performa dari tim pelatih.

Penilaian selama pemusatan latihan di bawah arahan pelatih John Herdman menjadi indikator utama.

Kelanjutan proses hukum perpindahan kewarganegaraan bergantung pada kecocokan kualitas pemain dengan skema yang dibutuhkan tim kepelatihan.

"Pertanyaan yang susah saya jawab, karena semua berproses. Dan berproses itu tentu kan kita akan melihat beberapa hari latihan ini seperti apa.

Apakah sesuai, ya, apakah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pelatih atau tidak," ujar Sumardji.

Jika performa selama latihan dinilai memuaskan, BTN meyakini pengurusan administrasi dapat berjalan lebih cepat. "Ketika itu sesuai, maka itu memudahkan proses ke depannya untuk bisa kita percepat.

>>> Jon Toral Bersyukur Persik Kediri Selamatkan Karier dan Keluarganya

Kalau ditanya targetnya, ya nanti kita akan evaluasi," ucap Sumardji.

Manajemen sengaja memanggil Vickery dan Mitchell lebih awal agar tim pelatih bisa memantau langsung kualitas teknis dan adaptasi taktis kedua pemain.

Status hukum mereka saat ini masih dalam fase pengurusan dan belum final.

"Selanjutnya, untuk Mitchell and Luke, ini kan masih proses ya. Ini dipanggil, sekarang ini masih proses untuk naturalisasinya.

Jadi belum final, tapi memang kita ingin tahu seperti apa kedua pemain yang akan kita naturalisasi," tutur Sumardji.

Evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan adaptasi dan kemampuan Vickery serta Baker akan menjadi penentu akhir program pemanggilan ini.

BTN akan terus memonitor dinamika kemampuan kedua pemain selama menjalani program bersama skuad Garuda.

>>> Erling Haaland Pikul Harapan Norwegia di Piala Dunia 2026

"Tentu, itu semua adalah proses pemanggilan, dilihat bagaimana perkembangan ke depannya seperti apa," terang Sumardji.