Sementara DOID dan CNMA dicoret karena gagal melewati proses peninjauan atau failed surveillance stocks screen. Hal ini mengindikasikan kriteria tertentu dalam pengawasan rutin yang tidak dipenuhi.

Papan Pengembangan BEI menjadi perhatian khusus bagi investor global yang mengacu pada indeks FTSE.

Saham di papan tersebut berisiko tinggi dikeluarkan jika tidak memenuhi syarat likuiditas atau standar klasifikasi.

Riwayat Pencoretan Sebelumnya

Keluarnya empat emiten ini menyambung tren pada tinjauan Mei 2026. Beberapa emiten besar lain juga mengalami nasib serupa karena alasan regulasi teknis.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebelumnya didepak dari GEIS Large Cap Index karena konsentrasi kepemilikan saham tinggi.

PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dikeluarkan dari GEIS Micro Cap Index karena free float di bawah batas minimum.

PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA) juga dicoret karena tidak lolos evaluasi peninjauan berkala.

Langkah FTSE Russell ini diharapkan menjadi perhatian bagi pelaku pasar dan manajemen emiten untuk memperbaiki tata kelola dan keterbukaan informasi.

>>> Daftar 10 Negara yang Warganya Jarang ke Luar Negeri Terbaru 2026, RI Nomor Berapa?

Dengan begitu, daya tarik saham Indonesia di pasar global tetap terjaga.