Banyak ibu menyusui kerap khawatir saat melihat perubahan warna pada ASI.

Namun, Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menegaskan bahwa kualitas utama ASI tidak ditentukan oleh tampilannya.

>>> Daftar 10 Negara yang Warganya Jarang ke Luar Negeri Terbaru 2026, RI Nomor Berapa?

Menurut Naomi, yang terpenting adalah kandungan nutrisi di dalam ASI. Hal ini disampaikan untuk mengedukasi para ibu agar tidak hanya terpaku pada aspek visual semata.

Memahami Perubahan Warna ASI

Naomi menjelaskan bahwa perubahan warna ASI merupakan proses alami. Faktor seperti konsumsi makanan tertentu dapat memengaruhinya.

Makanan kaya beta karoten, seperti labu atau wortel, bisa memberikan rona kekuningan pada ASI. Namun, warna ini bukan indikator tunggal bahwa ASI lebih berkualitas.

ASI yang tampak putih jernih atau lebih encer tetap memiliki manfaat besar bagi bayi. Setiap jenis ASI diproduksi secara alami sesuai kebutuhan nutrisi bayi pada fase pertumbuhannya.

Ibu menyusui disarankan lebih fokus pada asupan nutrisi pribadi dan menjaga kondisi fisik. Hal ini lebih berdampak pada kualitas ASI dibandingkan mengkhawatirkan warnanya.

Cara Menjaga Kualitas dan Produksi ASI

Berikut langkah praktis yang dapat dilakukan ibu untuk memastikan ASI tetap berkualitas:

>>> Daftar Skuad Ghana di Piala Dunia 2026: Thomas Partey dan Semenyo Jadi Andalan

  • Menjaga asupan makan bergizi seimbang: Ibu membutuhkan tambahan sekitar 330 hingga 400 kalori setiap hari. Pastikan menu harian mengandung protein hewani, lemak sehat, sayur, dan cairan cukup.
  • Mengelola tingkat stres: Stres dapat menekan hormon prolaktin yang memproduksi ASI. Ketenangan pikiran membantu hormon laktasi bekerja optimal.
  • Rutin menyusui atau pumping: Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak tubuh memproduksinya.
  • Istirahat cukup dan hidrasi: Kurang tidur dan dehidrasi memicu kelelahan saat laktasi. Menjaga waktu istirahat dan asupan air membantu stabilitas suplai ASI.
  • Tidak terpaku pada warna ASI: Komposisi ASI dinamis dan berubah seiring usia bayi. Ibu tidak perlu panik karena ASI dirancang alami sebagai asupan terbaik.