Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai tingginya frekuensi perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam 1,5 tahun masa jabatan, Presiden Prabowo telah melakukan 50 kunjungan ke luar negeri. Agenda terbaru adalah ke Prancis yang bertepatan dengan Idul Adha 2026.

>>> Konsolidasi Asuransi BUMN: 15 Entitas Resmi Jadi 3, Modal Makin Kuat di 2026

Teddy menegaskan mobilitas tinggi tersebut membuahkan hasil signifikan bagi stabilitas dan kemajuan ekonomi Indonesia.

Capaian Diplomasi Ekonomi dan Investasi

Salah satu pencapaian besar adalah bergabungnya Indonesia ke dalam forum BRICS. Langkah ini dinilai menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah juga berhasil menegosiasikan tarif nol persen dengan Uni Eropa. Perjanjian yang melibatkan 25 negara itu telah diperjuangkan selama belasan tahun dan akhirnya tercapai pada 2025.

Total realisasi investasi mencapai Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu menghasilkan komitmen investasi Rp575 triliun.

Di bidang pertahanan, terjadi modernisasi alutsista TNI melalui kerja sama dengan Prancis, Amerika Serikat, Rusia, dan China.

Di sektor keagamaan, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diizinkan memiliki perkampungan haji permanen di Arab Saudi.

Pemerintah Saudi bahkan menyesuaikan regulasi hukum untuk mengakomodasi kebutuhan lahan bagi jemaah haji Indonesia.

Kelancaran ibadah haji pada 2025 dan 2026 juga disebut sebagai hasil diplomasi Presiden Prabowo.

>>> 5 Cara Membuat Kopi Low Acid di Rumah, Aman bagi Lambung dan Tanpa Ribet

Fokus pada Aksi Kemanusiaan dan Perlindungan WNI

Teddy menyoroti peran aktif Indonesia dalam isu kemanusiaan di Palestina. Bantuan logistik udara berhasil dilakukan berulang kali melalui izin lintas internasional.