Koperasi memiliki peluang besar untuk membangun fasilitas pengolahan susu pasteurisasi dengan standar yang telah ditetapkan.

Hal inilah yang mendasari konsep DASI sebagai jembatan antara produksi bahan mentah dengan kebutuhan konsumsi harian.

Dalam rencana Kementan, setiap wilayah diharapkan memiliki populasi sapi perah antara 100 hingga 200 ekor.

Unit peternakan ini harus terhubung secara langsung dengan fasilitas pengolahan susu agar proses produksi menjadi lebih efisien.

Produk yang dihasilkan dari unit tersebut kemudian akan disalurkan langsung ke dapur-dapur MBG atau unit SPPG terdekat.

Skema rantai pasok pendek ini diyakini akan menjadi pasar yang sangat menguntungkan bagi peternak lokal.

Semangat peternak biasanya akan sangat tinggi jika mereka melihat hasil nyata dan keuntungan yang pasti.

Pemerintah yakin bahwa integrasi antara pengembangan populasi dan kepastian pembeli akan memicu pertumbuhan investasi secara mandiri.

Saat ini, Kementan mulai menjalankan proyek percontohan untuk model terintegrasi ini di Sulawesi Selatan.

Model ini mencakup seluruh tahapan bisnis, dari pengelolaan peternakan sapi hingga tahap hilirisasi atau pengolahan produk siap konsumsi.

Keberhasilan di Sulawesi Selatan nantinya akan dijadikan acuan untuk melahirkan sentra-sentra sapi perah baru di seluruh penjuru negeri.

>>> Huawei Watch Fit 5 Pro Resmi Hadir, Smartwatch Premium dengan Fitur Pemantauan Risiko Diabetes

Makmun percaya bahwa ketika sudah ada bukti kesuksesan, peternak lain akan berbondong-bondong mengikuti jejak tersebut.