Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan permohonan maaf resmi terkait unggahan konten peringatan Hari Lahir Pancasila.

Permintaan maaf ini dipicu penggunaan ilustrasi burung Garuda hasil kecerdasan buatan (AI) yang dinilai tidak akurat.

>>> Resmi! Anak Panda Rio Kini Bisa Disapa Pengunjung Taman Safari Indonesia

Kritik tajam muncul dari publik karena detail pada lambang negara dianggap keliru. Kesalahan visual tersebut dinilai cukup fatal bagi lembaga setingkat badan riset nasional.

Menanggapi gelombang kritik, BRIN segera menghapus unggahan bermasalah dari berbagai platform media sosial resmi. Pihak pengelola akun @brin_indonesia juga memberikan penjelasan melalui kolom komentar yang disematkan.

Pernyataan Maaf BRIN

BRIN menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kesalahan teknis pada konten Hari Lahir Pancasila.

Mereka menjadikan insiden ini sebagai pelajaran berharga untuk lebih teliti dalam proses produksi konten di masa depan.

Lembaga ini melakukan evaluasi internal menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. BRIN juga mengapresiasi masukan serta kontrol sosial yang diberikan oleh masyarakat terhadap kinerja lembaga.

>>> 5 Jajanan Kelas Menengah yang Jarang Dibeli Orang Kaya, Ternyata Ini Alasannya

Pihak BRIN menegaskan bahwa konten tersebut telah diperbaiki sebagai bentuk tanggung jawab organisasi. Lembaga yang berdiri sejak 2019 ini berkomitmen untuk lebih cermat dalam menyebarkan informasi kepada publik.

Reaksi Warganet

Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, kolom komentar pada unggahan terbaru BRIN tetap dibanjiri beragam reaksi. Banyak warganet menyayangkan kelalaian tersebut karena terjadi di lembaga penelitian.

Beberapa warganet menyoroti pentingnya penempatan staf ahli agar kesalahan mendasar tidak terjadi lagi. Mereka menilai pengecekan ulang atau riset sederhana seharusnya dilakukan sebelum konten dipublikasikan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat memberikan dukungan moral kepada admin media sosial BRIN. Mereka menganggap kesalahan tersebut sebagai bagian dari proses belajar dalam pembuatan konten kreatif.

>>> Pernikahan Beda 38 Tahun di Tulungagung Jadi Sorotan, Dandi Resmi Persunting Mbah Mendes

Kasus ini menjadi sorotan luas mengingat kedudukan BRIN sebagai pusat riset utama di Indonesia. Keakuratan simbol negara dalam komunikasi resmi pemerintah tetap menjadi hal sensitif bagi masyarakat.