Jakarta, CNBC Indonesia - Investor legendaris Warren Buffett menekankan bahwa keputusan kecil dalam belanja sehari-hari sangat memengaruhi kondisi keuangan seseorang.

Di tengah tekanan ekonomi global, ia mendorong masyarakat untuk fokus pada kesehatan finansial jangka panjang.

>>> Ancelotti Sebut Raphinha Penyerang Terbaik Dunia Saat Ini

Lima Jajanan Favorit Kelas Menengah

Berikut adalah lima pengeluaran yang umum dilakukan kelas menengah, namun jarang dipilih oleh orang kaya:

1. Utang Konsumtif

Banyak kelas menengah terbebani utang untuk barang konsumtif seperti cicilan rumah, kredit mobil, dan pinjaman mahasiswa.

Pakar keuangan Jacques du Toit mengatakan, kendaraan mahal dan barang mewah sering dibeli dengan utang.

2. Gadget Terbaru

Kelas menengah kerap membeli gadget, pakaian, atau peralatan rumah tangga bermerek non-luxury hanya untuk mengikuti tren. Whaley menyebut mereka terkadang terjebak keinginan meski harus berutang.

3. Langganan Aplikasi

Ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan dihabiskan untuk langganan platform streaming, aplikasi editing, dan dating. Para miliuner lebih memprioritaskan dana untuk investasi.

>>> Marc Marquez Bantah Klaim Aprilia Ungguli Ducati di MotoGP 2026

4. Mobil Mahal dengan Cicilan Panjang

Money coach Mary Vallieu mengungkapkan, banyak keluarga kelas menengah membeli mobil seharga Rp800 juta hingga Rp1 miliar dengan cicilan tujuh atau delapan tahun.

Orang kaya cenderung membeli tunai, sementara kelompok miskin memakai mobil bekas.

5. Peralatan Dapur Mahal

Kelas menengah sering memilih versi lebih baik dari kebutuhan dasar, seperti HP mahal dan alat dapur premium.

Jake Claver dari Digital Ascension Group mengatakan mereka ingin fitur lebih meski tidak selalu memilih barang terbaik.

Pakar menyarankan agar pengeluaran diarahkan untuk menciptakan keamanan finansial jangka panjang. Toit menekankan pentingnya investasi, membangun bisnis, dan otomatisasi keuangan.

>>> Bojan Hodak Resmi Tinggalkan Persib Bandung Usai Hattrick Juara

"Tujuannya bukan sekadar punya penghasilan, tapi membangun gaya hidup berkelanjutan," imbuhnya.