Ikan lele menjadi komoditas perikanan air tawar yang diminati masyarakat Indonesia. Permintaan pasar yang stabil setiap hari mendorong banyak orang untuk membudidayakannya.

Keterbatasan lahan sering menjadi hambatan utama. Namun, solusi praktis kini tersedia dengan budidaya menggunakan bak plastik atau drum berkapasitas 200 liter.

>>> Terpopuler: Baterai Realme C100i Awet 6 Tahun dan Top 3 HP Kamera Terbaik 2026

Metode ini populer karena tidak memakan banyak tempat dan modal terjangkau. Pekarangan rumah atau lahan sempit bisa menjadi sumber penghasilan tambahan.

Berikut tujuh tahapan penting untuk membesarkan lele di wadah plastik agar panen melimpah.

1. Pemilihan dan Persiapan Bak Plastik

Pilih drum plastik 200 liter berwarna biru yang aman bagi ikan. Hindari drum bekas bahan kimia berbahaya seperti pestisida karena dapat meracuni air.

Drum besi juga tidak disarankan karena karat berisiko mematikan ikan. Bersihkan drum dengan air bersih untuk menghilangkan aroma plastik.

Buat lubang pembuangan di bagian bawah atau sisi samping untuk memudahkan penyiponan. Keamanan dan kebersihan wadah menjamin kelangsungan hidup bibit lele.

2. Tahap Pematangan Air Kolam

Isi bak plastik dengan air bersih setinggi 60-70 cm atau tiga perempat tinggi drum. Pematangan air membangun ekosistem mikroorganisme yang dibutuhkan lele.

Tambahkan 0,5-1 kg tanah campur pupuk kandang kering ke dalam air. Masukkan cairan mikroorganisme seperti EM4 atau GDM setidaknya 10 hari sebelum bibit ditebar.

Diamkan air selama 7-14 hari hingga pH stabil dan residu kimia hilang. Tanda air matang adalah warna kehijauan yang menunjukkan populasi plankton sebagai pakan alami.

3. Memilih Bibit Lele Berkualitas Tinggi

Pilih bibit berukuran 7-10 cm karena lebih stabil dan risiko kematian rendah. Dapatkan bibit dari penangkar atau pembenih terpercaya.