Memiliki lahan terbatas bukan lagi halangan untuk memulai usaha peternakan.

Inovasi budidaya menggunakan drum bekas kini menjadi solusi populer karena mampu mengubah area sempit menjadi sumber penghasilan dengan modal terjangkau.

>>> Keuangan Syariah Terbukti Efektif Gerakkan Sektor Riil, Ini Tren Terbaru 2026

Drum bekas, baik plastik maupun logam, memiliki keunggulan seperti daya tampung cukup, mudah dipindahkan, dan struktur kokoh.

Dengan sedikit modifikasi, wadah ini siap menjadi tempat tinggal hewan ternak yang fungsional.

Hewan yang Cocok Diternak di Drum Bekas

Berikut adalah lima jenis hewan yang bisa dibudidayakan di drum bekas dengan perawatan mudah dan potensi keuntungan menjanjikan.

1. Ikan Lele

Ikan lele sangat populer dalam sistem Budidamber (Budidaya Ikan dalam Ember) yang bisa diterapkan pada drum untuk kapasitas lebih besar.

Ikan lele memiliki daya tahan tinggi dan mudah beradaptasi, cocok bagi pemula.

Drum plastik 200 liter mampu menampung 100–150 ekor bibit lele hingga panen. Kelebihan lele adalah organ labirin yang memungkinkan mereka tumbuh tanpa aerator listrik.

Cara menyiapkan drum: posisikan drum tegak, potong bagian atas, isi air tiga perempat bagian, diamkan 2–3 hari hingga muncul lumut.

Bisa ditambahkan sistem akuaponik dengan kangkung. Beri pakan rutin dan pantau kualitas air.

Siklus panen sekitar 2,5–3 bulan.

2. Jangkrik

Permintaan jangkrik stabil tinggi sebagai pakan burung, ikan hias, dan reptil. Drum bekas cocok karena dinding licin mencegah jangkrik melarikan diri, sehingga tidak perlu penutup rumit.

Cara mengatur kandang: gunakan drum horizontal (tidur) yang dipotong setengah bagian atas, atau posisi berdiri. Pastikan dalam kering dan bersih.

Susun egg tray sebagai tempat persembunyian. Beri pakan pur ayam atau dedak, serta irisan pohon pisang sebagai sumber cairan.