Jangkauan luas ini diharapkan menciptakan dampak masif dalam perubahan budaya di lingkungan pendidikan NU.

Komitmen Jangka Panjang PBNU

Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Hodri Arief, menegaskan bahwa agenda ini adalah bentuk konsolidasi nyata.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang sama dalam melindungi masa depan generasi muda NU.

Menurut Hodri, gerakan ini jauh lebih dalam daripada sekadar seremonial.

Ini adalah ikhtiar kolektif untuk menjaga agar pesantren tetap menjadi institusi yang bermartabat dan terpercaya bagi masyarakat luas.

Langkah penutup dalam rangkaian gerakan nasional meliputi pembacaan sembilan poin aksi Pesantren Aman sebagai panduan bagi setiap lembaga.

Pelaksanaan deklarasi bersama oleh seluruh pengasuh dan pengurus pesantren yang hadir juga dilakukan.

Penandatanganan komitmen tertulis menjadi bukti keseriusan mewujudkan pesantren ramah anak. Evaluasi berkala terhadap implementasi sistem perlindungan anak di setiap daerah akan dilakukan.

Rangkaian aksi ini diharapkan menjadi standar baru bagi operasional pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Dengan komitmen tertulis, setiap lembaga memiliki tanggung jawab moral untuk mematuhi prinsip-prinsip keamanan santri.

Melalui langkah progresif ini, PBNU berupaya memastikan pesantren tetap menjadi pilar utama pembangunan karakter bangsa.

>>> Dinan Fajrina Umumkan Kehamilan, Istri Doni Salmanan Jadi Ibu

Keselamatan santri menjadi prioritas utama agar mereka dapat menuntut ilmu dengan tenang demi masa depan yang lebih baik.