PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) tetap optimistis terhadap prospek bisnis pembiayaan kendaraan bermotor hingga akhir 2026.

Sikap positif ini dipertahankan meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami volatilitas.

>>> Resmi, Jemaah Haji 2026 Dilarang Buka Jastip Meski Dapat Pembebasan Bea Masuk Pelabuhan

Aditia Fakhri Ramadhani, Corporate Secretary BRI Finance, menjelaskan bahwa fluktuasi rupiah mempengaruhi industri multifinance.

Pelemahan mata uang berpotensi memicu penyesuaian harga jual kendaraan, terutama yang memiliki komponen impor tinggi.

Meski ada tantangan makro, minat masyarakat terhadap kredit kendaraan masih kuat. Hal ini menjadi modal bagi perusahaan untuk terus memacu kinerja di tengah ketidakpastian global.

Kinerja Pembiayaan dan Kualitas Aset

Kualitas pembiayaan BRI Finance hingga April 2026 tergolong sehat. Rasio Non-Performing Financing (NPF) berada di angka 2,40%, masih di bawah ambang batas regulator.

>>> Asus Resmi Rilis ROG Ally X20 OLED 2026, Spek Terbaru yang Banyak Dicari

Volume penyaluran pembiayaan baru juga menunjukkan tren pertumbuhan yang merata di berbagai segmen. Mobil baru menjadi kontributor terbesar dengan porsi 34,75%, sedangkan mobil bekas menyumbang 8,82%.

Strategi Menghadapi Pelemahan Rupiah

BRI Finance menyiapkan langkah mitigasi komprehensif, termasuk penguatan kualitas portofolio kredit dan penyesuaian model bisnis. Perusahaan berkomitmen menjalankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit.

Manajemen juga mempererat kolaborasi dengan dealer otomotif untuk menghadirkan program promo dan skema pembiayaan yang menarik. Sinergi ini diharapkan dapat merespons kebutuhan pasar secara cepat dan tepat sasaran.

Dengan manajemen risiko yang ketat dan strategi pemasaran agresif, BRI Finance optimistis dapat menutup tahun dengan performa cemerlang.

>>> Ledakan Pabrik Pertahanan Hanwha Aerospace di Daejeon Tewaskan 5 Pekerja

Perusahaan akan terus memantau pergerakan nilai tukar dan dampaknya terhadap harga kendaraan secara berkala.