Dari sisi domestik, pasar sedang menantikan rilis data ekonomi penting yang dijadwalkan besok. Data inflasi dan neraca perdagangan akan menjadi indikator krusial bagi pergerakan rupiah selanjutnya.

Prediksi rentang pergerakan rupiah menurut analis untuk hari ini: batas bawah (support) Rp17.750 per dolar AS, batas atas (resistance) Rp17.800 per dolar AS.

Meskipun tekanan cukup besar, Lukman menyebut adanya potensi dukungan dari penurunan harga minyak dunia.

Upaya Bank Indonesia Menjaga Stabilitas

Tekanan terhadap nilai tukar sebenarnya sudah mulai terasa sejak periode libur panjang Iduladha 2026 yang lalu.

Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa ketidakpastian global di Timur Tengah menjadi pemicu utama.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa faktor musiman juga turut berperan. Kebutuhan valuta asing di dalam negeri sedang meningkat pesat saat ini.

Peningkatan kebutuhan valas tersebut biasanya digunakan untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) serta repatriasi dividen perusahaan. Di sisi lain, pasokan dolar yang masuk ke pasar masih cenderung terbatas.

Menanggapi situasi ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap waspada di pasar keuangan. BI melakukan intervensi melalui berbagai instrumen guna memastikan volatilitas rupiah tetap terjaga.

>>> Cara Cek NISN Online 2026 Terbaru: Mudah, Resmi, dan Cepat Tanpa Ribet

Langkah intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan rasa aman bagi pelaku ekonomi. BI berjanji akan selalu hadir memantau perkembangan pasar demi stabilitas nilai tukar nasional.