Zine Kembali Populer di Jepang, AI Tak Bisa Tiru Sentuhan Manusia
Kazuma Obara dan Akihico Mori asyik memerhatikan lembaran kertas yang baru saja dicetak menjadi sebuah zine di pabrik percetakan Kyoto, Jepang.
Suara kertas berderak dan sabuk konveyor berputar mengiringi proses produksi esai foto mereka.
>>> Peretas Incar Komputer Spesifikasi Tinggi untuk Tambang Kripto Siluman
Keduanya adalah kreator yang ingin meraih audiens baru di era digital yang dipenuhi kecerdasan buatan (AI).
Zine Kembali Digemari
Meskipun industri penerbitan menurun, penerbitan independen dan zine buatan tangan justru populer di Jepang.
Tren ini menunjukkan kecintaan masyarakat terhadap kertas di tengah gempuran digital.
Mori, penulis berusia 44 tahun, mengatakan orang bisa merasakan gairah pencipta saat memegang karya cetak.
"Saya pikir itulah yang membuatnya menarik, dan AI sama sekali tidak bisa menirunya," ujarnya.
Obara, fotografer dengan tangan hitam karena tinta, menambahkan kertas melibatkan kelima indera, berbeda dengan media sosial.
Mereka menggunakan mesin cetak milik surat kabar Kyoto Shimbun yang mulai ditinggalkan pelanggan.
Lima teknisi berseragam membolak-balik halaman untuk memeriksa kualitas cetakan.
"Media cetak sangat terbuka. Anda bisa memberikannya kepada seseorang, membacanya bersama," kata Obara.
Yoshihiko Okazaki dari Kyoto Shimbun Printing mengatakan layanan mereka digunakan seniman dari remaja hingga usia 70-an.
"Karya ini beresonansi dengan kaum muda. Mereka bilang, 'Ini menarik justru karena karya lama'," ungkap Okazaki.
Toko Buku Besar Merangkul Zine
Sanseido, toko buku berusia 145 tahun di Jimbocho, Tokyo, mulai menjual zine hampir setahun lalu.
>>> Ilmuwan Temukan Gurita Purba Raksasa Nanaimoteuthis haggarti
"Kami merasa zine bisa menarik audiens yang berbeda dari pembaca tradisional," kata Masato Sugiura dari Sanseido.
"Semua orang mencari sesuatu yang sesuai. Pembaca mungkin lebih tertarik pada zine yang niche dan mencakup topik luas," tambahnya.
Update Terbaru
Jadwal Pembelian Tiket Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Ada Dua Tahap
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Revitalisasi Pendidikan: Strategi Pemerintah Cetak Generasi Unggul
Jumat / 17-07-2026, 13:13 WIB
Viral WNI Diduga Kabur Saat Tur di Korsel, Kemlu RI Angkat Bicara
Jumat / 17-07-2026, 13:12 WIB
5 Toko Resmi Tempat Membeli Smartwatch Garmin Original di Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 13:08 WIB
Kekasih Sarwendah Klaim Tak Mau Balas Rumor Negatif dengan Marah
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Google Search AI Mode Kini Dukung Aplikasi Pihak Ketiga
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Lava Virat V1 5G dan Virat V1 Resmi Meluncur 24 Juli, Ini Spesifikasinya
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Peneliti Kembangkan Metode Ubah Sampah Plastik Jadi Hidrogen Tanpa Pemilahan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Varian Sheet Mask Becoming B5 dengan Panthenol, Bikin Wajah Glowing dan Kenyal
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
5 Rekomendasi Jam Tangan Seiko untuk Pegawai Bergaji UMK, Semua di Harga Rp2 Jutaan
Jumat / 17-07-2026, 13:07 WIB
Steve Lacy Buka Suara soal Trauma, Ketenaran, dan Album Baru 'Oh Yeah?'
Jumat / 17-07-2026, 13:00 WIB
Program Tari Salsa Kurangi Depresi dan Kecemasan pada Dewasa Muda
Jumat / 17-07-2026, 12:59 WIB
Redmi Pad 2 Tablet Harga 2 Jutaan: Mampuh Main Game?
Jumat / 17-07-2026, 12:59 WIB
Berapa Banyak Kuota yang Digunakan Saat Main Game Online?
Jumat / 17-07-2026, 12:59 WIB







