Watashi Kishino, pembuat zine ilustrasi hitam-putih tentang kehidupan sehari-hari, berharap buku fisik tetap bertahan.

"Ada kehangatan yang hanya ditawarkan kertas. Pasti ada orang yang mencari itu," katanya.

Generasi Muda Kembali ke Cetak

Penjualan buku dan majalah di Jepang turun menjadi 40 persen dari puncaknya pada 1996 sebesar 2,6 triliun yen.

Sirkulasi media cetak mencapai puncak 53,76 juta pada 1997, kini turun lebih dari setengahnya pada 2025.

Namun, penerbitan cetak kembali digemari generasi baru lewat zine.

Perputaran pasar penerbitan independen diperkirakan mencapai 150 miliar yen pada Maret 2026, hampir dua kali lipat dari empat tahun lalu.

Pameran zine di Tokyo dipadati pengunjung, mayoritas anak muda.

Mereka melihat berbagai majalah buatan tangan dengan desain abstrak, fotografi, atau monolog pribadi.

Harumi Kikuchi (22) mengatakan AI dan media sosial didorong algoritma yang hanya menampilkan apa yang sesuai.

"Fakta bahwa banyak pembuat zine hadir menunjukkan ada banyak pandangan dunia berbeda," ujarnya.

>>> Foto: Army Berdoa di Kuil Demi Tiket Konser BTS

Kishino menambahkan orang bisa membuat banyak hal dengan AI, tapi daya tarik memiliki sesuatu yang nyata untuk dipegang tetap ada.