PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan mengumumkan struktur organisasi baru pada pekan depan. Nama-nama pengurus perusahaan akan dipublikasikan secara resmi.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memastikan proses seleksi masih berjalan. Pihaknya menerapkan standar ketat untuk mendapatkan kandidat terbaik.

“Insyaallah mudah-mudahan nanti minggu depan akan ada beberapa nama lagi yang akan diumumkan oleh Danantara menjadi bagian daripada tim,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (31/5/2026).

Pemerintah ingin setiap individu yang terpilih memiliki kapasitas profesional dan integritas tinggi. Kompetensi menjadi aspek utama dalam seleksi ini.

Masa Transisi Ekspor SDA Dimulai

Mulai 1 Juni 2026, DSI menjalankan peran strategis dalam tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Masa transisi untuk kebijakan ekspor satu pintu resmi dimulai.

Kebijakan ini menyasar tiga komoditas utama: batu bara, kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan transisi berjalan mulus.

Untuk sementara, mekanisme ekspor yang ada tidak berubah drastis. Perusahaan eksportir tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

“Implementasi akan berlaku mulai besok 1 Juni 2026 yang merupakan periode transisi di mana kegiatan ekspor berjalan seperti biasa oleh perusahaan yang bersangkutan,” jelas Airlangga.

Namun, kini ada kewajiban administratif baru. Setiap eksportir wajib melaporkan seluruh kegiatan ekspor kepada PT DSI.

  • PT DSI ditunjuk sebagai BUMN khusus penanganan ekspor.
  • Eksportir wajib melaporkan data transaksi dan volume pengiriman secara berkala.
  • Penunjukan ini bertujuan memperkuat pengawasan negara terhadap komoditas strategis.
  • Masa transisi merupakan tahap awal sebelum kebijakan satu pintu diberlakukan penuh.

Data yang terkumpul akan digunakan untuk memantau efektivitas kebijakan. Pemerintah akan mengevaluasi sebelum penerapan permanen.