Manajemen Bandara Internasional Denver di Amerika Serikat mengumumkan rencana membuka sebagian sistem terowongan bawah tanah yang selama ini diselimuti misteri.

Langkah ini menarik perhatian dunia karena terowongan tersebut telah menjadi pusat berbagai teori konspirasi liar selama puluhan tahun.

Transformasi Terowongan Misterius Menjadi Jalur Pejalan Kaki

Proyek ini bertujuan menghubungkan Ruang Tunggu (Concourse) A, B, dan C melalui jalur bawah tanah yang baru.

Penumpang nantinya memiliki pilihan rute alternatif selain menggunakan kereta otomatis yang selama ini menjadi satu-satunya akses antar terminal.

Wali Kota Denver, Mike Johnston, menyadari reputasi mistis dan unik yang melekat pada bandara ini.

Ia berharap proyek tersebut dapat menjawab rasa penasaran publik mengenai kebenaran di balik terowongan tersebut.

Berikut poin-poin utama rencana pengembangan terowongan Bandara Denver:

  • Fungsi baru: mengubah jalur bagasi lama menjadi trotoar pejalan kaki yang menghubungkan seluruh concourse.
  • Tujuan utama: memberikan opsi mobilitas bagi penumpang jika kereta bandara mengalami gangguan atau antrean panjang.
  • Anggaran proyek: diperkirakan menelan biaya antara US$300 juta hingga US$700 juta (sekitar Rp5,3 triliun hingga Rp12,4 triliun).
  • Jadwal konstruksi: pengerjaan fisik direncanakan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.
  • Sumber dana: seluruh biaya proyek diambil dari pendapatan internal bandara tanpa membebani pajak masyarakat.

Transformasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang "Vision 100" yang dirancang untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang di masa depan.

Manajemen bandara berkomitmen meningkatkan fasilitas tanpa menghilangkan karakteristik unik bangunan tersebut.

Menjawab Spekulasi dan Teori Konspirasi Puluhan Tahun

Sejak pertama kali beroperasi pada tahun 1995, Bandara Denver tidak pernah sepi dari isu miring.

Keterlambatan pembukaan selama setahun dan pembengkakan biaya miliaran dolar memicu kecurigaan adanya agenda rahasia di bawah tanah.