Seorang pria berusia 78 tahun dilaporkan hilang setelah diduga terlibat dalam eksperimen fisika kuantum di Los Alamos National Laboratory.

Anthony Chavez, seorang pensiunan teknisi HVAC, disebut membantu seorang fisikawan kuantum di fasilitas tersebut.

>>> 4 Drama Jepang soal Ancaman PHK, Ceritanya Relate Banget!

Chavez dilaporkan hilang pada Mei tahun lalu. Polisi menemukan mobil, dompet, rokok, dan jurnal tulisan tangannya di rumahnya setelah ia menghilang tanpa jejak.

Jurnalis investigasi Lauren Conlin mengatakan kepada NewsNation bahwa Chavez secara khusus mengerjakan fisika kuantum yang meneliti 'berada di dua tempat sekaligus'.

Hal ini memicu spekulasi liar di media sosial.

Meski terdengar seperti cerita fiksi ilmiah, tidak ada bukti bahwa Chavez tersedot ke dimensi paralel akibat percobaan yang salah.

Para ilmuwan baru mulai memahami konsep superposisi kuantum, di mana sistem fisik bisa berada dalam kombinasi beberapa keadaan sekaligus.

Superposisi kuantum berkaitan dengan unit dasar informasi kuantum yang disebut qubit, bukan kemampuan menelan manusia dewasa utuh. Teori konspirasi pun bermunculan di media sosial.

Kasus Chavez terjadi hanya sebulan sebelum Melissa Casias, asisten administrasi Los Alamos, dilaporkan hilang.

Jenazah Casias ditemukan awal tahun ini di hutan nasional New Mexico dengan pistol di dekatnya. Namun, belum ada bukti kedua kasus saling terkait.

>>> Protagonis Wanita Persona 3 Portable Kembali di Spin-off The Phantom X

Pada April lalu, House Oversight Committee mengumumkan sedang mencari informasi dari Departemen Energi, Departemen Perang, FBI, dan NASA tentang sekitar selusin ilmuwan yang meninggal atau hilang secara misterius dalam beberapa tahun terakhir.

Para ilmuwan itu disebut memiliki kaitan dengan rahasia nuklir AS atau teknologi roket.