Fisikawan Berhasil Ciptakan Jam Nuklir Pertama di Dunia
Para fisikawan sukses mengembangkan jam nuklir pertama yang memanfaatkan perubahan energi pada inti atom. Inovasi ini menggunakan atom torium-229, berbeda dengan jam konvensional yang berbasis osilasi elektron.
Pencapaian monumental ini berhasil direalisasikan secara terpisah oleh dua tim ilmuwan independen dari Eropa dan Tiongkok.
>>> Butet Kartaredjasa Serahkan 14 Lukisan Kaca Jalan Salib kepada Paus Leo XIV
Kedua kelompok peneliti telah mempublikasikan hasil kerja mereka dalam bentuk pracetak di platform arXiv.
Tim Eropa dipimpin oleh Luca Toscani De Col dari Technical University of Vienna, sementara tim Tiongkok dipimpin oleh Beichen Huang dari Universitas Tsinghua.
Sistem dari tim Eropa merupakan implementasi jam nuklir pertama yang beroperasi penuh sebagai perangkat mandiri.
Alat ini memanfaatkan inti torium untuk menstabilkan frekuensi laser secara berkelanjutan.
Uji coba tim Eropa dilakukan dengan membandingkan sistem mereka terhadap jam atom iterbium yang sudah mapan, dan hasilnya menunjukkan tingkat stabilitas jangka panjang yang sangat baik.
Di sisi lain, tim Universitas Tsinghua menguji sistem mereka menggunakan dua kristal independen demi memastikan konsistensi detak.
>>> Migrant Watch Desak Malaysia Usut Tuntas Penganiayaan PMI
Pengujian menghasilkan frekuensi yang hampir identik, memecahkan tantangan utama dalam pengembangan jam nuklir berbasis padatan.
Teknologi baru ini mengukur waktu melalui pelacakan perubahan energi pada inti atom yang terletak jauh di pusat atom.
Posisi tersebut membuat jam nuklir jauh lebih stabil dan tidak rentan terhadap gangguan lingkungan luar.
Sistem ini dirakit menggunakan inti torium-229 yang ditanam dalam kristal kalsium fluorida, lalu disinari laser ultraviolet-vakum. Torium-229 menjadi target ideal karena memiliki tingkat transisi energi yang sangat rendah.
Pengembangan ini sekaligus memperluas cakupan metrologi kuantum dari transisi elektronik ke transisi nuklir. Platform baru tersebut membuka peluang bagi pembuatan sensor kuantum ringkas dan pengujian presisi fisika fundamental.
Walau belum mengungguli jam atom tercanggih saat ini, perangkat baru tersebut membuktikan teknologi jam nuklir dapat berfungsi nyata.
>>> Migrant Watch Desak Pemerintah Bentuk Satgas Pelindungan PMI
Jam nuklir diprediksi berpotensi melampaui kemampuan jam atom terbaik dalam beberapa tahun ke depan.
Update Terbaru
Panduan Mod Minecraft: Kelebihan, Risiko, dan Cara Aman Menggunakannya
Sabtu / 04-07-2026, 03:14 WIB
Streaming Pekan Ini: Enola Holmes 3, Album Baru Madonna, dan Serial Prequel Legally Blonde
Sabtu / 04-07-2026, 03:14 WIB
Ulang Tahun Selebriti Pekan Ini: 2-8 Juli 2026
Sabtu / 04-07-2026, 03:14 WIB
Momen Bersejarah 2-8 Juli: Kemerdekaan AS hingga Kematian Jim Morrison
Sabtu / 04-07-2026, 03:14 WIB
Kyle Richards Akan Jadi Nenek, Putri Sulungnya Farrah Aldjufrie Umumkan Kehamilan
Sabtu / 04-07-2026, 03:14 WIB
Kebangkitan Sosialisme Tanpa Malu di Partai Demokrat AS
Sabtu / 04-07-2026, 03:11 WIB
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Hadiri Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 03:11 WIB
Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Live Stream dari Luar MSG
Sabtu / 04-07-2026, 03:11 WIB
Kyle Richards Akan Jadi Nenek, Putri Sulungnya Farrah Umumkan Kehamilan
Sabtu / 04-07-2026, 03:10 WIB
Gigi Hadid dan Bradley Cooper Hadiri Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 03:09 WIB
Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Live Stream dari Luar MSG
Sabtu / 04-07-2026, 03:09 WIB
David Alaba Akui Spanyol Terlalu Kuat Usai Austria Tersingkir
Sabtu / 04-07-2026, 03:09 WIB
Hasil Portugal vs Kroasia: Ronaldo Tersenyum ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 03:09 WIB
David Alaba Akui Spanyol Terlalu Kuat Usai Austria Tersingkir
Sabtu / 04-07-2026, 03:09 WIB






