Bek Arsenal Gabriel Magalhaes menyampaikan pesan terbuka kepada para pendukung setelah kegagalannya dalam mengeksekusi penalti membuat timnya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions.

Pertandingan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026). Tendangan penalti pemain asal Brasil itu melambung jauh di atas mistar gawang.

>>> Stasiun Televisi Siarkan Final Liga Champions Malam Ini

Hasil tersebut memastikan PSG mempertahankan gelar juara sekaligus menggagalkan ambisi Arsenal meraih trofi Liga Champions pertama mereka.

Waktu normal dan babak tambahan berakhir imbang setelah gol cepat Kai Havertz pada menit keenam disamakan oleh penalti Ousmane Dembele di menit ke-65.

Klaim penalti Arsenal akibat pelanggaran terhadap Noni Madueke diabaikan wasit Daniel Siebert. Kegagalan penalti Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes memastikan kekalahan Meriam London.

Meski demikian, penjaga gawang David Raya sempat menepis tendangan Nuno Mendes.

Permintaan Maaf Gabriel

Satu hari setelah laga final, Gabriel memecah keheningan melalui akun Instagram pribadinya. Ia menulis di sela-sela agenda parade juara Liga Inggris yang tetap digelar oleh skuad Arsenal.

"Rasanya menyakitkan, tetapi saya bangga terhadap tim ini dan semua yang kami capai bersama sepanjang musim," ucap pemain bernomor punggung enam itu.

>>> Maarten Paes Pahlawan Ajax, Loloskan Tim ke UEFA Conference League

Gabriel mengapresiasi kehadiran para pendukung setia yang terus mengawal perjalanan klub. "Terima kasih kepada para suporter luar biasa yang selalu mendukung kami di setiap langkah.

Kalian pantas merayakan perjalanan ini bersama kami dan menikmati parade hari ini," lanjutnya.

Pemain berusia 28 tahun tersebut menutup pesannya dengan optimisme. "Sampai jumpa musim depan!!!

Salam sayang, Big Gabi."

Respons positif diberikan oleh para suporter.

Mereka mengingat peran krusial sang bek yang membawa Arsenal menyapu bersih delapan laga League Phase dengan hanya kebobolan empat gol.

>>> Harga Pasar Jay Idzes Melonjak Tajam Setelah Musim Mengesankan di Serie A

Kekalahan dramatis di partai puncak ini tidak menghapus keberhasilan tim asuhan Mikel Arteta dalam mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun terakhir.