Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, tampil gemilang bersama Ajax Amsterdam. Ia menjadi pahlawan yang meloloskan timnya ke UEFA Conference League musim depan.

Ajax berhasil menumbangkan FC Utrecht pada final playoff kompetisi Eropa.

>>> Harga Pasar Jay Idzes Melonjak Tajam Setelah Musim Mengesankan di Serie A

Pertandingan berakhir dengan skor adu penalti 4-3 setelah imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu di Kras Stadion, Volendam.

Dalam babak adu penalti, Maarten Paes berhasil mementahkan tendangan dua eksekutor FC Utrecht. Mereka adalah Sébastien Haller dan Souffian El Karouani.

Keberhasilan ini memastikan satu tiket kompetisi Eropa musim 2026/2027 bagi klub berjuluk De Godenzonen tersebut.

Persiapan Matang Maarten Paes

Ketenangan dan persiapan matang menjadi kunci sukses Maarten Paes. Ia berhasil menepis tendangan penalti striker berpengalaman seperti Sébastien Haller.

"Sekitar lima puluh tendangan penalti Haller; dia hampir selalu mencetak gol. Jadi saya harus menemukan cara," kata Paes dikutip dari Voetbal Primeur.

"Saya tahu dia selalu ragu sejenak, jadi saya melakukan semacam insting. Tapi setelah insting itu, saya benar-benar pergi ke sudut yang sama.

Saya meniru itu dari Wojciech Szczesny yang juga sering melakukan itu," lanjut Paes.

Selain menyerap ilmu dari penjaga gawang Barcelona tersebut, Maarten Paes juga mempelajari teknik dari mantan kiper Timnas Belanda, Tim Krul.

>>> Moritz Nicolas Terpilih sebagai Pemain Terbaik Borussia Monchengladbach

Krul diketahui pernah menggagalkan penalti Haller dengan metode serupa.

"Begitulah cara saya mencoba belajar sesuatu dari setiap kiper. Tim Krul juga melakukan hal yang sedikit mirip, ketika dia menyelamatkan penalti dari Haller," tandas Paes.

Statistik Musim Perdana di Eredivisie

Maarten Paes menorehkan catatan statistik meyakinkan pada musim pertamanya bersama Ajax Amsterdam. Ia membawa timnya finis di peringkat kelima klasemen akhir Eredivisie.

Penjaga gawang utama Indonesia ini tidak tergantikan dalam 11 pertandingan pamungkas Ajax di Eredivisie.

Posisi utama tersebut berlanjut pada dua laga playoff Conference League saat bersua Groningen dan FC Utrecht.

Sepanjang penampilannya di kompetisi domestik tertinggi Belanda, Maarten Paes kebobolan 11 kali namun berhasil membukukan lima kali clean sheet.

Performa konsisten ini membuatnya mendapatkan rata-rata rating 7,18 per pertandingan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Hadapi Myanmar di Laga Pembuka Piala AFF U-19 2026

Kinerja impresif di level klub diharapkan menular saat membela Timnas Indonesia. Skuad Garuda dijadwalkan akan menantang Oman pada 5 Juni 2026 dan Mozambik pada 9 Juni 2026.