Lima pekerja tewas setelah sebuah tambang ilegal runtuh di China barat daya.

Insiden terjadi di Kabupaten Huize, Provinsi Yunnan, pada Minggu pagi, 31 Mei 2026, pukul 04.30 waktu setempat.

>>> 4 Seri Terbaru Funism Resmi Rilis, Hadirkan Koleksi Naruto dan Pokemon 2026

Menurut laporan Xinhua, enam orang terjebak reruntuhan. Tim penyelamat segera melakukan evakuasi darurat.

Para korban dibawa ke rumah sakit terdekat. Lima di antaranya meninggal karena luka serius.

Satu pekerja selamat dan kondisinya stabil.

Pihak berwenang kini menyelidiki pengelola tambang ilegal tersebut. Mereka menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi pelanggar keselamatan kerja.

Masalah Keselamatan Tambang yang Berulang

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden tambang di China. Sebelumnya, ledakan gas di tambang batu bara Shanxi menewaskan sedikitnya 82 orang.

>>> Warganet Ramai Puasa Arafah 2026, Doakan Jemaah Haji Jadi Tren

Rentetan kecelakaan memicu kekhawatiran efektivitas regulasi keselamatan. Tambang ilegal sering beroperasi tanpa pengawasan pemerintah.

Dampak Ekonomi dan Energi

Insiden ini berdampak pada sektor industri baja dan pembangkit listrik. Pasokan bahan baku terganggu akibat penghentian sementara operasional tambang.

Harga batu bara kokas di pasar domestik China naik karena produksi berkurang. Pemerintah meningkatkan pemeriksaan keselamatan di seluruh lokasi tambang.

Di sisi lain, aktivitas manufaktur China menunjukkan tanda-tanda memburuk. Pelaku pasar internasional khawatir terhadap dampak rantai pasok global.

>>> Prabowo Terbitkan Perpres 26/2026, BLU Resmi Bisa Impor BBM dan LPG

Proses hukum terhadap pengelola tambang di Huize masih berjalan. Otoritas setempat berkomitmen menertibkan tambang liar yang mengabaikan prosedur keamanan.