Pemerintah secara resmi mengumumkan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengelola ekspor komoditas nasional. Langkah strategis ini bertujuan membenahi tata kelola sumber daya alam di tanah air.

Pada fase awal, terdapat tiga komoditas utama yang wajib melalui pintu ekspor PT DSI. Ketiga komoditas tersebut mencakup batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

Mekanisme Ekspor Satu Pintu Mulai Juni 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Fokus utamanya adalah memperbaiki sistem perdagangan sumber daya alam agar lebih terintegrasi.

Airlangga menjelaskan bahwa sistem ekspor satu pintu melalui PT DSI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengawasan. Dengan koordinasi yang lebih baik, pemerintah optimis proses ekspor akan berjalan lebih efisien.

Daftar komoditas utama dalam tahap awal implementasi PT DSI:

  • Batu Bara
  • Kelapa Sawit (CPO dan turunannya)
  • Ferro Alloy (Paduan Logam)

Ketiga jenis sumber daya alam ini dipilih karena merupakan penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2025, gabungan nilai ekspor dari ketiga sektor tersebut mencapai US$66,13 miliar.

Tujuan Pengawasan dan Pencegahan Kebocoran Devisa

Implementasi kebijakan ini juga bertujuan untuk memberantas praktik curang dalam transaksi internasional.

Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi tindakan under pricing atau pelaporan nilai transaksi yang lebih rendah dari harga pasar.

Selain itu, sistem ini dirancang untuk memastikan devisa hasil ekspor tetap berada di dalam negeri.

Dengan transparansi yang lebih tinggi, nilai transaksi yang tercatat akan sesuai dengan fakta di lapangan.

Rincian jadwal dan tahapan pemberlakuan aturan baru ini:

  • Awal Implementasi: 1 Juni 2026 – Periode transisi dan pelaporan ekspor wajib melalui PT DSI.
  • Masa Evaluasi: Juni - Agustus 2026 – Peninjauan efektivitas sistem selama tiga bulan pertama.
  • Implementasi Penuh: 1 Januari 2027 – Penerapan regulasi secara menyeluruh tanpa masa transisi.