Dampingi Odapus Sejak 2011, Yayasan Tittari Raih Penghargaan Bergengsi di Solo 2026
Saat ini, Yayasan Tittari mengelola grup koordinasi WhatsApp yang beranggotakan 371 Odapus. Anggotanya tersebar di Soloraya, Jawa Timur, Jakarta, hingga Lampung.
Pasien yang didampingi berasal dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Mayoritas pasien yang tergabung dalam komunitas ini berjenis kelamin perempuan.
Melawan Stigma "Guna-guna" di Tengah Masyarakat
Hingga 2026, tantangan paling berat yang dihadapi Odapus adalah stigma negatif. Masyarakat sering salah memahami gejala lupus yang muncul secara tiba-tiba dan drastis.
>>> Update Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Resmi Naik!
Masih banyak anggapan keliru yang menyebut penderita lupus terkena santet atau guna-guna. Hal ini disebabkan kondisi pasien yang tampak sehat namun bisa jatuh sakit mendadak.
Winjani menceritakan pengalaman emosional selama mendampingi pasien yang menghadapi tuduhan supranatural. Padahal, secara medis penyakit ini memiliki penjelasan ilmiah yang jelas dan terukur.
Komentar negatif seperti tuduhan sebagai sosok manja juga sering diterima penderita lupus. Beban sosial ini justru memperparah kondisi kesehatan mereka yang sudah berjuang melawan rasa sakit fisik.
Winjani menegaskan tekanan mental akibat stigma masyarakat dapat berdampak buruk pada kondisi fisik pasien. Jika kondisi psikologis menurun, sistem imun dan kesehatan tubuh secara keseluruhan akan ikut anjlok.
Inisiasi Kartu Disabilitas Tak Tampak
Melalui sosialisasi berkelanjutan, Yayasan Tittari berharap Odapus mendapatkan dukungan penuh dari lingkungan sekitarnya. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan diri mereka dalam menjalani kehidupan sosial.
Saat ini perhatian pemerintah terhadap isu lupus dan autoimun mulai meningkat. Yayasan Tittari pun sedang gencar mendorong penerapan konsep kartu disabilitas tak tampak.
Kartu khusus ini dirancang sebagai identitas bagi pasien lupus atau autoimun yang keterbatasannya tidak terlihat secara fisik. Inisiatif ini telah mendapatkan respon positif dan dukungan dari pemerintah.
Update Terbaru
Membangun Tenaga Kerja Karbon Biru Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Putri Kembar Diddy Puji Sang Ayah: Dia Ayah yang Luar Biasa
Jumat / 17-07-2026, 21:48 WIB
Craig Melvin dan Al Roker Dapatkan Perintah Perlindungan dari Pengintai 'Today'
Jumat / 17-07-2026, 21:43 WIB
Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Dua Mahasiswa Indonesia Bawa Isu Kesehatan Mental Lewat Sepak Bola ke Markas PBB
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Media Israel Gaduh Anwar Ibrahim Ancam Usir Warga Israel dari Malaysia
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Prabowo Ungkap Peremajaan Tebu Mandek 12 Tahun, Target Rampung 2 Tahun
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Detik-detik Kecelakaan Maut di Sibolangit Sumut, Diduga Rem Blong
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Respons Ancaman Houthi, Saudi Mau Genjot Operasi Militer di Yaman
Jumat / 17-07-2026, 21:42 WIB
Lim Chang Jung Ungkap Momen Pahit di Puncak Karier: Penonton Meninggalkan Tempat Saat Ia Bernyanyi
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
BSKDN Ajak Mahasiswa KKN Uncen Kembangkan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
Pertamina Ungkap Penyebab Antrean BBM di Medan
Jumat / 17-07-2026, 21:38 WIB
Persib Isyaratkan Buru Pemain Asing Baru Usai Lepas Frans Putros
Jumat / 17-07-2026, 21:36 WIB
INDY Bungkam Rumor Jual Kideco, Kontribusi Pendapatan Capai 72,8%
Jumat / 17-07-2026, 21:36 WIB







