Memiliki kolam ikan di rumah sering dianggap mahal dan rumit karena perlu pengecoran semen. Namun, kini ada alternatif yang lebih ekonomis dan praktis.

Anda bisa membangun kolam fungsional menggunakan karung bekas dan terpal berkualitas. Metode ini memanfaatkan bahan daur ulang sehingga ramah lingkungan dan murah.

>>> PB ESI Resmi Lepas Timnas Esports Indonesia ke SEA Esports Nations Cup 2026

Struktur kolam juga fleksibel karena mudah dibongkar pasang. Proses pengerjaannya singkat, hanya beberapa hari, tanpa perlu tukang profesional.

Persiapan Bahan dan Peralatan

Keberhasilan proyek ini bergantung pada persiapan material yang tepat. Fokus utama adalah menggunakan bahan sisa atau daur ulang yang masih layak.

Berikut daftar material dan alat yang perlu disiapkan:

  • Karung bekas: 10–20 buah karung beras atau pakan ternak, tergantung ukuran kolam.
  • Terpal berkualitas: Terpal plastik standar atau geomembran tebal 0,5 mm yang tahan hingga 5 tahun.
  • Bahan pengisi karung: Tanah, pasir, atau sisa puing bangunan.
  • Kawat anyam (ram): Sebagai rangka penahan susunan karung.
  • Peralatan pendukung: Gunting, tali tambang atau kawat pengikat, dan sekop.

Dengan bahan bekas, biaya bisa ditekan sangat rendah. Ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba budidaya ikan skala rumahan.

Menentukan Lokasi dan Mengolah Lahan

Pilih lokasi dengan permukaan tanah datar dan padat untuk menjaga stabilitas kolam. Bersihkan area dari benda tajam seperti kerikil, akar, atau potongan kayu agar terpal tidak robek.

Tentukan dimensi kolam sesuai lahan.

Contoh untuk kolam mini: panjang 4 meter, lebar 2 meter, dan kedalaman 1 meter agar suhu air stabil.

Membangun Struktur Dinding dari Susunan Karung

Bentuk kawat anyam menjadi lingkaran sesuai diameter kolam sebagai kerangka luar. Isi karung dengan tanah atau pasir hingga padat, lalu ikat ujungnya.