Moshe memperingatkan pemerintah agar tetap fokus pada upaya peningkatan produksi minyak yang sesungguhnya. Ia berharap pemerintah tidak sekadar bermain dengan angka definisi untuk mengejar target tahunan.

Tantangan Eksplorasi dan Wilayah Kerja Baru

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai tambahan produksi yang cukup besar dari wilayah kerja baru untuk menopang target 2027.

Sebagian besar produksi nasional masih bergantung pada blok-blok migas tua yang memerlukan teknologi ekstra.

Kegiatan eksplorasi yang dilakukan belakangan ini belum mampu mendorong kenaikan volume siap jual secara drastis. Indonesia membutuhkan penemuan cadangan besar agar target lifting tidak terus merosot.

Tanpa terobosan investasi dan percepatan pengembangan lapangan baru, target 615.000 bph pada 2027 dianggap sangat moderat.

Target tersebut berisiko sulit tercapai jika tren penurunan produksi alami tidak segera diantisipasi.

Kondisi industri hulu migas saat ini sedang dalam ujian berat, terutama dengan harga minyak dunia yang fluktuatif.

>>> Jadwal Terbaru Jokowi ke Lampung 26-28 Juni 2026: Disambut Relawan Gibran

Kejelasan regulasi dan insentif bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) menjadi kunci agar eksplorasi kembali bergairah.