Dari Cumi-cumi Raksasa hingga Robot Otonom: Dorongan Memetakan Jurang Bumi
Zona abisal, dimulai dari kedalaman sekitar 3.300 kaki di bawah permukaan, menyimpan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Tekanan air di sana mencapai 100 kali lipat tekanan atmosfer di permukaan laut.
>>> Analis Yahoo Sports Dorong Spurs Rekrut LeBron James
Kegelapan total dan keheningan mendominasi ruang yang mencakup lebih dari 70% permukaan Bumi ini. Meski demikian, seluruh ekosistem justru berkembang di sana.
Ahli biologi kelautan terus mendokumentasikan komunitas unik yang terbentuk di sekitar lubang hidrotermal. Geyser laut dalam ini menyediakan energi kimia bagi organisme yang tidak pernah melihat sinar matahari.
Lautan juga memainkan peran vital dalam menstabilkan sistem iklim global. Air laut menyerap lebih dari 90% kelebihan panas yang dihasilkan oleh aktivitas industri manusia.
Selain itu, lautan menangkap hampir sepertiga emisi karbon dioksida tahunan global. Karbon tersebut terkubur dengan aman di arus dingin dan dalam zona abisal.
Sejarah Singkat Eksplorasi Laut Dalam
Upaya manusia untuk mendokumentasikan dan mempelajari dasar laut dimulai pada akhir abad ke-19.
Ekspedisi awal meletakkan dasar bagi oseanografi modern, tetapi keterbatasan teknologi membuat zona terdalam tidak terjangkau selama beberapa dekade.
Pada tahun 1934, naturalis William Beebe dan insinyur Otis Barton turun hingga 3.028 kaki di lepas pantai Bermuda dalam bola baja yang ditambatkan.
Mereka memberikan laporan langsung pertama tentang kehidupan laut dalam.
Kemajuan berikutnya terjadi pada tahun 1953 ketika fisikawan Swiss Auguste Piccard meluncurkan Trieste, kapal selam laut dalam yang dapat menyelam bebas.
Kapal ini menggunakan pelampung berisi bensin untuk kendali daya apung, bukan kabel permukaan.
Pada tahun 1960, Angkatan Laut AS mengakuisisi Trieste dan mengirim Jacques Piccard serta Don Walsh ke dasar Palung Mariana.
Update Terbaru
Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Metode Modern Dobelkan Cuan Petani, Ongkos Tanam Susut Rp2,4 Juta
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Tak Ada Wakil AS dan Negara Barat di Pemakaman Ali Khamenei
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Pramono: Jembatan Gembok Cinta Dibangun di Atas Sungai Cideng
Sabtu / 04-07-2026, 20:22 WIB
Desak Made Rita Rebut Emas di World Climbing Series Krakow 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Wakil Saudi Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Dibacakan Ayat Perang Badar
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Kasus Ilegal Akses Nasabah Mirae Asset Naik ke Penyidikan di Bareskrim
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20% untuk Tangga Lipat dan Perkakas
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Prediksi Paraguay vs Prancis di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Trump Kembali Kecam Komunisme di HUT ke-250 AS
Sabtu / 04-07-2026, 20:21 WIB
Crimson Desert Patch 1.13: Eksplorasi Jadi Fokus Utama
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Mengapa Beberapa Kanker Berkembang Lebih Cepat? Temuan Baru dari Virginia Tech
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Migrain Kronis Bukan Sekadar Sakit Kepala: Ini Terobosan Terbaru
Sabtu / 04-07-2026, 20:18 WIB
Kimi Antonelli Menangi Sprint Silverstone, Perlebar Keunggulan Klasemen
Sabtu / 04-07-2026, 20:15 WIB







